tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Keuangan Digital

Panduan Kinerja dan Strategi Permodalan Bank Neo Commerce (BBYB) Menuju KBMI II

Fitri LimbongDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.11 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Kinerja dan Strategi Permodalan Bank Neo Commerce (BBYB) Menuju KBMI II
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), yang juga lebih dikenal dengan identitas BNC, saat ini tengah menavigasi langkah-langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalannya. Upaya ini sejalan dengan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah mengeluarkan imbauan bagi bank-bank dalam kategori Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) I untuk melakukan peningkatan dan naik kelas menuju kategori KBMI II. Sebagai entitas bank yang dimiliki oleh Akulaku, BNC memposisikan diri untuk merespons imbauan regulator tersebut dengan mengkaji berbagai langkah penguatan fundamental keuangan. Peningkatan kelas ini menjadi salah satu fokus utama dalam peta jalan perbankan digital BNC pada tahun 2026.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer

Berdasarkan regulasi perbankan yang berlaku, bank yang berada di dalam kategori KBMI II diwajibkan untuk memiliki modal inti minimum di kisaran angka Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Merujuk pada data pencatatan per tanggal 30 Juni 2026, modal inti minimum yang berhasil dicapai oleh BNC baru berada di angka Rp4,09 triliun. Selisih angka tersebut menunjukkan bahwa BNC masih membutuhkan tambahan modal untuk memenuhi persyaratan batas bawah KBMI II. Direktur Utama BNC, Eri Budiono, secara langsung menyatakan bahwa pihak bank belum memiliki lini masa atau timeline yang spesifik untuk mengejar target modal inti sebesar Rp6 triliun tersebut.

Dalam proses peningkatan kelas menuju KBMI II, BNC tidak mengambil langkah secara terburu-buru dan memilih untuk menunggu kepastian regulasi. Eri Budiono menegaskan bahwa BNC masih menunggu petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut dari pihak OJK sebelum mengambil keputusan final terkait proses naik kelas ke KBMI II. Sembari menunggu petunjuk teknis dari otoritas terkait, bank digital ini tetap membuka berbagai opsi strategis. BNC menyatakan terbuka terhadap opsi penambahan modal secara langsung maupun pelaksanaan aksi korporasi lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas modal inti di masa mendatang.

Baca Juga

Cara Memanfaatkan Peluang Pembiayaan UMKM dan Ritel dari Bank Neo Commerce

Cara Memanfaatkan Peluang Pembiayaan UMKM dan Ritel dari Bank Neo Commerce

Kinerja operasional dan keuangan BNC pada paruh pertama tahun 2026 menunjukkan pencapaian laba yang dapat mendukung rencana penguatan modal tersebut. Hingga periode semester I-2026, BNC telah berhasil mencetak laba bersih yang mencapai Rp294,85 miliar. Angka perolehan laba pada semester pertama tahun 2026 ini mencatatkan peningkatan sebesar 6,81% jika dibandingkan secara tahunan atau year-on-year (yoy). Peningkatan laba BNC ini ditopang oleh perolehan Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) yang tercatat berada di angka Rp1,11 triliun. Di samping itu, pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income yang diraih oleh BNC juga mengalami peningkatan menjadi Rp59,66 miliar, yang merepresentasikan pertumbuhan sebesar 6,77% secara yoy pada semester I-2026.

Selain pencapaian laba, indikator pertumbuhan BNC juga terlihat dari pengelolaan aset dan penghimpunan dana nasabah. Sepanjang periode semester I-2026, BNC mencatatkan total aset secara keseluruhan sebesar Rp17,45 triliun. Pada periode waktu yang sama, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNC menyentuh angka Rp12,30 triliun. Dari keseluruhan total DPK tersebut, komponen dana tabungan BNC tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp3,39 triliun. Peningkatan pada dana tabungan ini menunjukkan adanya pertumbuhan sebesar 2,10% secara tahunan atau yoy pada semester pertama tahun 2026.

Baca Juga

Proyeksi Keuangan Bank Neo Commerce Menuju Bebas Defisit dan Pembagian Dividen

Proyeksi Keuangan Bank Neo Commerce Menuju Bebas Defisit dan Pembagian Dividen

Meskipun berhasil mencatatkan pencapaian positif pada laba dan penghimpunan dana, BNC masih dihadapkan pada satu tantangan keuangan dari periode sebelumnya. Berdasarkan pembukuan, BNC masih mencatatkan akumulasi saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya dengan nilai mencapai Rp1,59 triliun. Untuk menyelesaikan tantangan tersebut, manajemen BNC memiliki target penyelesaian jangka menengah. BNC menargetkan agar akumulasi saldo defisit tersebut dapat diselesaikan secara penuh pada tahun 2027. Target penyelesaian defisit pada tahun 2027 ini diproyeksikan dapat tercapai apabila BNC mampu terus mempertahankan tingkat kinerja atau run rate yang sedang berjalan pada saat ini.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

OJKBBYBBank Neo CommerceBNCKBMI IIAkulaku

Berita Terbaru Lainnya

Syarat Lengkap dan Prosedur Adopsi Anak Melalui UPT PPSAB SidoarjoPenerapan Konsep Silvofishery, Solusi Ekonomi Petambak dan Rehabilitasi Mangrove di Kutai KartanegaraRincian Anggaran dan Progres Pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati Tahap TigaPeluang Monetisasi Konten Digital dari Momentum Kunjungan Aston Villa di JakartaPeran Pembangunan Jembatan Garuda Temanggung dalam Mendukung Mobilitas Ekonomi DesaMemahami Kategori dan Daftar Pemenang Hoegeng Awards 2026Cara Meminimalkan Risiko Hukum dalam Pengadaan Asuransi KorporasiPolisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pengeroyokan Maut Pemuda di Morowali

Paling Banyak Dibaca

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

Manajemen & Kepemimpinan

Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip Litiloly

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

Ekonomi Digital & Pendapatan

Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan Inflasi

31 Jul 2026

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

Ekonomi & Keuangan

Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS dan Faktor Penentu Kebijakan Global

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Cara Membangun Kepercayaan Masyarakat di Wilayah Konflik, Pelajaran dari Iptu Motalip LitilolyManajemen & Kepemimpinan 路 1 Agu 2026
  2. 2Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  3. 3Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi DigitalEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Strategi Bank Indonesia Menghadapi Era Suku Bunga Tinggi Global dan Tantangan InflasiEkonomi Digital & Pendapatan 路 31 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap