Kejahatan siber kini tidak hanya merambah ke berbagai layanan aplikasi pesan instan, melainkan juga marak terjadi saat pengguna melakukan transaksi belanja online. Salah satu platform yang belakangan ini sering menjadi sasaran aktivitas negatif tersebut adalah TikTok Shop. Seiring dengan meningkatnya tren belanja di platform ini, berbagai modus penipuan pun mulai bermunculan, seperti pengiriman tautan verifikasi palsu hingga pengiriman produk pesanan yang tidak sesuai dengan apa yang dibeli oleh konsumen.
Salah satu modus penipuan ini hampir menimpa seorang pembuat konten di TikTok dengan nama akun @ucimhr. Saat itu, ia sedang melakukan proses pemesanan untuk membeli salah satu produk peralatan dapur. Namun, di tengah proses tersebut, ia justru menerima sebuah tautan verifikasi mencurigakan yang mengharuskan dirinya memasukkan kata sandi akun TikTok miliknya untuk melanjutkan transaksi. Modus seperti ini patut diwaspadai agar tidak menjadi korban pencurian akun.
Selain modus tautan palsu, keberadaan akun palsu di platform TikTok juga patut diwaspadai. Akun-akun palsu ini sering kali digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk berbagai tujuan negatif, mulai dari melakukan penipuan, menyebarkan berita bohong atau hoaks, hingga melakukan tindakan perundungan siber (cyberbullying). Menurut Panduan Keamanan Digital Pembuat Konten, tanda-tanda akun yang mencurigakan dapat diidentifikasi melalui beberapa ciri fisik, seperti perubahan nama pengguna (username) yang tidak wajar, adanya video yang terunggah tanpa izin, atau aktivitas mengirimkan pesan tanpa disadari oleh pemilik asli akun tersebut.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Untuk mengidentifikasi keaslian sebuah akun, Modul Literasi Digital untuk Perguruan Tinggi menjelaskan bahwa proses audit akun media sosial, termasuk TikTok, dapat dilakukan dengan menilai kredibilitasnya. Penilaian ini dapat diawali dengan mengajukan beberapa pertanyaan kunci, seperti motivasi finansial di balik akun tersebut, konsistensi dari konten yang diunggah, serta keberadaan akun tersebut di platform media sosial lainnya. Selain itu, untuk membantu memverifikasi keaslian identitas yang diklaim oleh akun mencurigakan tersebut, pengguna dapat memanfaatkan beberapa alat bantu (tools) pelacak seperti Instant Username Search dan KnowEm guna melacak akun media sosial milik seseorang di berbagai platform sekaligus.
Langkah investigasi digital lainnya juga dapat dilakukan secara teknis. Teknik pelacakan alamat IP (IP address) dapat dilakukan melalui perangkat online tertentu, meskipun metode ini memiliki keterbatasan karena saat ini banyak pengguna internet yang memanfaatkan VPN. Sebagai alternatif tambahan, pengguna dapat melakukan analisis terhadap stempel waktu atau timestamp pada postingan akun tersebut. Analisis timestamp ini dapat memberikan petunjuk penting mengenai lokasi geografis sebenarnya dari pemilik akun berdasarkan pola aktivitas harian mereka.
Modus penipuan lain yang tidak kalah merugikan dalam transaksi belanja online adalah pemalsuan resi pengiriman. Resi pengiriman sendiri merupakan dokumen atau bukti resmi yang diterbitkan oleh perusahaan jasa pengiriman sebagai tanda terima barang yang akan dikirimkan kepada penerima. Di dalam dokumen resmi ini, terdapat informasi penting seperti nomor unik pelacakan, identitas pengirim dan penerima, alamat tujuan, serta detail paket yang dikirimkan. Penipu sering kali memanfaatkan resi palsu yang dibuat dengan menggunakan nomor acak atau menggunakan nomor resi yang sudah pernah digunakan untuk transaksi orang lain. Akibatnya, saat pembeli mencoba memeriksa resi tersebut, sistem akan menampilkan informasi yang tidak sesuai atau bahkan nomor resi tersebut tidak terdaftar sama sekali.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Untuk membedakan resi asli dan palsu, pembeli perlu memperhatikan format nomornya. Resi asli selalu mengikuti pola yang telah ditetapkan oleh masing-masing perusahaan ekspedisi dengan jumlah digit dan kombinasi karakter yang konsisten, misalnya menggunakan format 10 hingga 15 digit angka, atau kombinasi huruf dan angka tertentu. Sebaliknya, resi palsu sering kali mengandung kesalahan ejaan, tata bahasa yang buruk, penggunaan singkatan yang tidak baku, hingga campuran bahasa yang tidak konsisten. Bahkan, beberapa pelaku penipuan sengaja membuat situs web palsu yang meniru tampilan situs resmi ekspedisi agar dapat menampilkan status pengiriman fiktif yang seolah-olah asli. Perlu diingat pula bahwa nomor resi pengiriman umumnya baru aktif dan dapat dilacak di dalam sistem resmi dalam kurun waktu 1 hingga 24 jam setelah paket diserahkan kepada pihak ekspedisi.
Apabila Anda mencurigai adanya aktivitas penipuan atau menerima pesan dan email aneh yang menanyakan informasi akun Anda, pihak TikTok menyarankan agar pesan tersebut jangan dibuka dan segera dilaporkan ke layanan pelanggan. Sebelum melapor, pastikan Anda mendokumentasikan seluruh tanda mencurigakan serta langkah investigasi digital yang telah dilakukan melalui tangkapan layar (screenshot). Dokumentasi screenshot ini akan sangat membantu dalam proses pelaporan ke platform atau ke otoritas yang berwenang. Laporan mengenai aktivitas mencurigakan atau penipuan di TikTok Shop ini dapat dikirimkan melalui aplikasi, browser, atau dengan menghubungi agen live TikTok secara langsung.






