Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi fokus utama masyarakat dan pelaku usaha di berbagai daerah pada tahun 2026. Fenomena El Nino yang memperparah puncak musim kemarau dari bulan Juli hingga September 2026 diproyeksikan memberikan dampak terhadap lingkungan dan aktivitas lokal. Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang saat ini telah terdampak oleh karhutla mencapai sekitar 107.465 hektare. Terdapat lima wilayah utama yang mencatatkan jumlah titik panas tertinggi di Indonesia, yaitu Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan. Untuk merespons situasi darurat ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama kementerian dan lembaga terkait telah menyiagakan ribuan personel guna menjaga stabilitas daerah.








