JAKARTA — Penyaluran pembiayaan berbasis skema buy now pay later (BNPL) atau paylater oleh industri perbankan terus menunjukkan tren ekspansi yang pesat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat baki debet kredit paylater perbankan mencapai Rp31,56 triliun per Juli 2026.
Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), penyaluran kredit paylater bank tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 31,22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka pertumbuhan ini mencapai lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan kredit perbankan nasional secara agregat pada periode yang sama.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa baki debet BNPL yang tercatat di SLIK sebesar Rp31,56 triliun tersebut setara dengan porsi 0,35 persen dari total kredit perbankan. Walaupun kontribusinya terhadap total portofolio kredit perbankan masih berada di angka 0,35 persen, laju ekspansinya tergolong sangat tinggi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Perbandingan Laju Kredit Perbankan
Pertumbuhan pembiayaan paylater perbankan melampaui pertumbuhan total kredit bank di Indonesia. Pada Juli 2026, pertumbuhan kredit perbankan secara keseluruhan tercatat sebesar 13,58 persen yoy. Dengan capaian pertumbuhan BNPL yang berada di level 31,22 persen yoy, akselerasi paylater perbankan tercatat melaju lebih dari dua kali lipat kinerja kredit perbankan umum.
Kinerja pada Juli 2026 tersebut melanjutkan tren pertumbuhan tinggi dari bulan sebelumnya. Sebagai perbandingan, baki debet BNPL perbankan pada Juni 2026 tercatat tumbuh sebesar 33,54 persen secara tahunan (yoy).
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Peningkatan Jumlah Rekening Pengguna
Pertumbuhan nilai baki debet kredit paylater perbankan juga diiringi oleh peningkatan basis nasabah pengguna layanan pembiayaan digital ini.
OJK mencatat bahwa jumlah rekening BNPL perbankan per Juli 2026 mencapai 33,50 juta rekening. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi per Juni 2026 yang tercatat sebanyak 32,77 juta rekening.






