tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Peluang Bisnis Lokal di Tengah Lonjakan Transaksi QRIS yang Menembus Rp600 Triliun

Wahyu SuryaniDiterbitkan 8 Agu 2026 - 23.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peluang Bisnis Lokal di Tengah Lonjakan Transaksi QRIS yang Menembus Rp600 Triliun
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Bagaimana cara terbaik bagi pelaku usaha lokal di Indonesia untuk tetap relevan di tengah pergeseran kebiasaan belanja masyarakat yang kini serba nontunai? Pertanyaan praktis ini sering sekali muncul di kalangan pemilik warung, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa yang ingin mempertahankan eksistensi serta meningkatkan omzet mereka. Jawabannya terletak pada pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard atau yang lebih akrab kita kenal sebagai QRIS. Kehadiran metode pembayaran satu kode untuk semua ini terbukti telah mengubah lanskap transaksi harian secara drastis, memberikan kemudahan instan bagi konsumen sekaligus membuka peluang baru bagi para pemilik bisnis untuk mencatat penjualan dengan lebih rapi, terstruktur, dan aman dari risiko fisik.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

Data terbaru yang dirilis oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa adopsi sistem pembayaran digital ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi fondasi baru bagi roda perekonomian kita. Sepanjang paruh pertama tahun 2026, volume transaksi digital menggunakan QRIS di tanah air berhasil menembus angka yang sangat fantastis, yaitu mencapai 12,55 miliar transaksi. Angka volume yang luar biasa ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat sebesar 100,12 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun 2025. Perkembangan yang masif ini menandakan bahwa masyarakat luas kini semakin terbiasa dan merasa nyaman bertransaksi tanpa perlu lagi membawa dompet tebal berisi uang tunai.

Tidak hanya dari sisi frekuensi atau jumlah transaksi saja, nominal uang yang berputar melalui sistem ini juga mencatatkan rekor baru yang mengesankan. Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi yang berhasil difasilitasi oleh QRIS tercatat mencapai Rp600,69 triliun. Nilai transaksi tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 89,52 persen secara tahunan atau year-on-year dibanding periode tahun sebelumnya. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam pernyataannya yang dikutip pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026, menegaskan bahwa QRIS berfungsi sebagai gerbang utama bagi ekonomi digital nasional. Lebih lanjut, beliau juga menyebut inovasi ini sebagai pengubah keadaan atau game changer yang sangat krusial bagi perkembangan ekonomi serta keuangan digital di tanah air.

Baca Juga

Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCA

Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCA

Bagi Anda yang saat ini sedang mengelola usaha mandiri, tingginya angka transaksi ini mencerminkan adanya basis konsumen yang sangat luas dan siap berbelanja dengan metode modern. Saat ini, layanan pembayaran digital tersebut telah aktif digunakan oleh sekitar 66 juta orang di berbagai wilayah Indonesia. Di sisi penyedia barang dan jasa, sistem pembayaran ini telah diterima dengan sangat baik di 44,86 juta gerai atau merchant yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Menariknya, sebagian besar dari puluhan juta merchant yang terdaftar tersebut merupakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hal ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi finansial kini tidak lagi didominasi oleh korporasi besar, melainkan sudah sangat ramah bagi pedagang kecil.

Kemudahan operasional dan efisiensi biaya menjadi alasan utama mengapa banyak pedagang kecil kini beralih ke metode pembayaran nontunai ini. Melalui selembar kode unik yang cukup dicetak di atas kertas biasa, seorang pemilik toko kelontong atau warung makan sederhana kini sudah bisa menerima pembayaran dari berbagai macam rekening bank maupun aplikasi dompet digital milik pelanggan tanpa perlu mesin pembaca kartu yang mahal. Proses yang sangat sederhana ini secara langsung meminimalkan kendala klasik seperti kesulitan menyediakan uang kembalian atau risiko menerima uang palsu. Selain menyederhanakan transaksi harian, adopsi pembayaran digital ini juga turut mendorong inklusi keuangan secara nasional, membantu memperluas jangkauan layanan keuangan formal bagi masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh perbankan.

Baca Juga

Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Mamuju oleh 15 Pelaku

Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Mamuju oleh 15 Pelaku

Melihat pencapaian yang sangat positif ini, Bank Indonesia menunjukkan rasa optimis yang tinggi bahwa target adopsi teknologi ini akan terus meningkat hingga penghujung tahun nanti. Bank sentral tersebut secara resmi menetapkan target untuk menjaring hingga 70 juta pengguna serta merangkul 47 juta merchant yang terintegrasi pada akhir tahun 2026. Sementara itu, untuk target volume transaksi sepanjang tahun 2026, Bank Indonesia mematok angka sebesar 17 miliar transaksi. Dengan capaian volume yang sudah menyentuh 12,55 miliar transaksi pada semester pertama saja, ini berarti hampir tiga perempat dari target tahunan tersebut telah berhasil dipenuhi hanya dalam waktu enam bulan pertama. Bagi para pelaku usaha lokal, data ini menjadi sinyal kuat bahwa menunda adopsi pembayaran digital hanya akan membuat bisnis kehilangan potensi pasar yang sangat besar dan dinamis.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaUMKMQRIS

Berita Terbaru Lainnya

Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCAPenanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Mamuju oleh 15 PelakuInsiden Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem 2026, Kronologi dan Penanganan TNI-PolriDiskon AC Split 1PK di Transmart Full Day Sale Agustus 2026Daftar Promo Elektronik Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026Persiapan Mengikuti Lelang Mobil Bekas dan Strategi PenawaranPenyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 Senilai Rp 49,9 Triliun oleh TelkomJalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara, Pengajuan Refund Dilakukan via WhatsApp

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026