Bagaimana cara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk dapat menembus pasar nasional hingga ke tingkat internasional? Keterbatasan modal dan jaringan pemasaran sering kali menjadi hambatan utama bagi para wirausahawan yang baru merintis bisnis mereka. Untuk mengatasi tantangan tersebut, program pembinaan dari badan usaha milik negara seperti PT Pertamina (Persero) dapat menjadi salah satu solusi strategis. Melalui program pendampingan yang intensif, para pelaku UMKM binaan Pertamina terbukti mampu mencatatkan prestasi yang signifikan. Sepanjang semester I-2026, UMKM binaan Pertamina yang berpartisipasi dalam berbagai pameran berskala regional, nasional, hingga internasional sukses membukukan omzet mencapai Rp 8,57 miliar.
Pencapaian omzet yang cukup besar ini tidak lepas dari berbagai kesempatan promosi yang diberikan kepada para pelaku usaha. Secara keseluruhan, UMKM binaan Pertamina telah difasilitasi untuk mengikuti 414 pameran yang berskala regional, nasional, hingga internasional. Beberapa ajang pameran bergengsi yang diikuti oleh para mitra binaan ini meliputi Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), hingga INACRAFT 2026. Melalui keikutsertaan dalam pameran-pameran besar ini, produk-produk lokal mendapatkan panggung yang lebih luas untuk dikenal dan diakses oleh calon pembeli dari berbagai daerah dan mancanegara.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain memfasilitasi akses pasar melalui pameran, peningkatan kapasitas internal pelaku usaha juga menjadi fokus utama dalam program pembinaan ini. Pertamina telah menyelenggarakan sebanyak 579 sesi pelatihan yang disalurkan melalui Rumah BUMN Pertamina. Pelatihan-pelatihan ini dirancang secara komprehensif untuk meningkatkan keterampilan para wirausahawan, yang mencakup materi tentang pemasaran digital, aspek legalitas usaha, peningkatan kualitas dan daya saing produk, hingga pengelolaan usaha yang baik. Guna memperkuat legalitas dan daya saing produk di pasar, Pertamina juga telah memfasilitasi sebanyak 2.822 sertifikasi bagi UMKM binaannya hingga akhir Juni 2026.
Dampak positif dari program pembinaan dan dukungan modal ini dirasakan langsung oleh Sri Wahyuni, perintis usaha Sambal Ning Niniek. Pada tahun 2023, Sambal Ning Niniek mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp 35 juta dari Pertamina. Bantuan modal tersebut sangat membantu memperkuat operasional dan meningkatkan kapasitas produksi usaha kuliner ini. Tidak hanya dukungan modal, Sri Wahyuni juga memanfaatkan program pelatihan melalui UMK Academy serta peluang keikutsertaan dalam berbagai pameran untuk mengembangkan kapasitas usahanya dan memperluas jaringan pemasaran. Hasilnya, Sambal Ning Niniek berhasil terpilih sebagai salah satu dari 30 finalis dalam ajang Pertamina Aggregator 2025.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa program pengembangan dan pembinaan UMKM ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas. Langkah nyata ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan 9 yang berkaitan dengan Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Lebih dari itu, komitmen Pertamina dalam membina pelaku usaha kecil juga berjalan selaras dengan pilar ketiga Asta Cita, yaitu melalui penguatan kewirausahaan, industri kreatif, serta penciptaan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia.






