Sun Life terus mempertegas komitmennya dalam mendampingi nasabah memperkuat perencanaan keuangan di tengah kondisi ketidakpastian. Di era transformasi digital saat ini, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi instrumen penting bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan kualitas layanan dan solusi proteksi bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh President of Emerging Markets Sun Life Asia, Randy Lianggara, dalam dialog bersama Andi Shalini di program Closing Bell, CNBC Indonesia, pada Senin (31/8/2026). Randy menjelaskan bahwa digitalisasi berbasis AI diterapkan Sun Life guna mendukung kebutuhan nasabah dalam merancang masa depan finansial secara lebih optimal.
Peran AI dalam Perencanaan Keuangan
Dalam praktiknya, integrasi teknologi AI di Sun Life difokuskan untuk membantu proses analisis yang dilakukan oleh para advisor. Kehadiran AI memungkinkan advisor memetakan kebutuhan finansial nasabah secara lebih mendalam, sehingga produk dan solusi yang ditawarkan menjadi tepat sasaran, terpercaya, dan sesuai dengan situasi masing-masing individu.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pemanfaatan AI tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi proses kerja, tetapi juga memastikan nasabah mendapatkan rekomendasi portofolio perlindungan yang relevan dalam mengantisipasi berbagai risiko serta ketidakpastian finansial di masa depan.
Kepemimpinan dan Budaya Produktif
Selain adopsi teknologi, Randy menekankan bahwa faktor kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam memperkuat bisnis asuransi. Menurutnya, peran kepemimpinan yang kokoh sangat dibutuhkan untuk membangun dan memperkuat rasa percaya (trust), baik di dalam internal organisasi maupun di mata para nasabah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Randy berprinsip bahwa seorang pemimpin harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta mendukung tim dan organisasi agar dapat terus berkarya secara produktif. Melalui iklim kerja yang suportif tersebut, perusahaan dapat merumuskan sekaligus mengeksekusi strategi bisnis yang tepat demi menjaga keberlanjutan layanan dan kinerja bisnis asuransi.






