Perkembangan industri emas dan transaksi bullion di Indonesia memasuki babak baru pada pertengahan Agustus 2026. Tepat pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, sebuah asosiasi pelaku bullion nasional resmi didirikan untuk memfasilitasi kebutuhan pasar. Peresmian organisasi yang dinamakan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) ini diselenggarakan secara langsung di BSI Tower. Pembentukan asosiasi ini menandai kolaborasi strategis antar pelaku industri emas di tanah air, termasuk keterlibatan institusi besar seperti Bank Syariah Indonesia.
Pertanyaan yang sering muncul di kalangan pelaku ekonomi adalah apa sebenarnya tujuan utama dari pembentukan IBMA. Asosiasi ini dibentuk sebagai wadah koordinasi bagi para pelaku ekosistem emas nasional serta menjadi mitra strategis bagi pemerintah. Dalam peresmiannya yang mengusung tema Uniting the Industry, Shaping Indonesia Bullion Market, diharapkan IBMA dapat menjadi jembatan antara pelaku industri dan pihak regulator. Regulator nantinya akan merumuskan aturan untuk mengawal ekosistem agar pasar bullion di Indonesia terus menguat dan berkelanjutan.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Banyak pihak yang juga ingin mengetahui siapa saja pendiri di balik asosiasi ini. IBMA dibentuk oleh sebelas perusahaan pendiri yang mewakili berbagai sektor penting dalam ekosistem emas. Sektor-sektor tersebut meliputi bidang pertambangan, jasa keuangan, pemurnian atau refinery, manufaktur, ritel, hingga sektor pendukung lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem emas tidak dibangun oleh satu pelaku saja, melainkan oleh seluruh mata rantai yang saling melengkapi dan berkoordinasi.
Terkait struktur kepemimpinan, publik perlu mengetahui susunan pengurus yang akan menjalankan roda organisasi. Selfie Dewiyanti telah ditunjuk untuk menjabat sebagai Ketua Umum IBMA. Kepengurusan ini juga didukung oleh empat wakil ketua umum, yaitu Nursalam dari ICDX, David Maksud dari BRINKS, Minarni Tahu dari CMK, dan Sandra Sunanto dari Hartadinata Abadi. Posisi Sekretaris Jenderal dipegang oleh Anton Sukarna, dengan Kadek Eva Suputra sebagai wakil sekretaris, serta Endah Susiani sebagai bendahara yang didampingi oleh Jonathan Prayoga sebagai wakil bendahara.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Selain pengurus harian, terdapat dewan pengawas yang bertugas memantau jalannya asosiasi. Jabatan ketua dewan pengawas diisi oleh Anggoro Eko Cahyo. Anggota dewan pengawas lainnya terdiri dari perwakilan perusahaan di industri ini, seperti Damar Latri Setiawan, Driya Amandita, Edi Yahya, dan Handi Irawan. Kehadiran perwakilan dari berbagai entitas besar ini diharapkan mampu menjaga tata kelola organisasi agar tetap sejalan dengan tujuan pengembangan ekosistem emas nasional.






