Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri pinjaman daring (Pindar) terus menunjukkan pertumbuhan signifikan hingga pertengahan tahun 2026. Berdasarkan data per Juli 2026, nilai outstanding pembiayaan pada industri Pindar berhasil menembus angka Rp105,63 triliun. Capaian pembiayaan tersebut merefleksikan pertumbuhan tahunan sebesar 24,76 persen secara year-on-year (yoy).
Bersamaan dengan pertumbuhan penyaluran dana tersebut, pengawasan terhadap risiko kredit tetap menjadi fokus regulator. OJK mencatat tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) industri pinjaman daring secara agregat berada di level 4,32 persen pada Juli 2026. Indikator TWP90 ini digunakan untuk mengukur rasio kredit macet atau keterlambatan pembayaran kewajiban pinjaman yang telah melampaui tenggat waktu 90 hari di sektor financial technology peer-to-peer lending.
Realisasi Kinerja Sektor Pergadaian hingga Modal Ventura
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan dinamika kinerja pembiayaan di berbagai sektor jasa keuangan non-bank yang berada di bawah pengawasan PVML per Juli 2026.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Sektor industri pergadaian mencatatkan lonjakan pembiayaan paling tinggi dibandingkan sektor lainnya. Realisasi penyaluran pembiayaan oleh industri pergadaian tercatat melonjak sebesar 50,73 persen secara tahunan hingga mencapai nilai Rp160,78 triliun pada Juli 2026.
Di sisi lain, sektor perusahaan pembiayaan mencatatkan pertumbuhan yang lebih moderat. Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tercatat tumbuh tipis sebesar 2,01 persen (yoy) dengan total nilai mencapai Rp513,05 triliun. Berbeda halnya dengan pembiayaan modal ventura yang mengalami penurunan. Kinerja pembiayaan modal ventura tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,46 persen secara tahunan, sehingga total nilai pembiayaannya berada di posisi Rp16,32 triliun pada periode Juli 2026.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

OJK Dorong Perluasan Akses Pembiayaan bagi Pelaku UMKM
Dalam rangka menjaga kesinambungan dan dampak ekonomi dari pertumbuhan sektor jasa keuangan non-bank, OJK terus mendorong pengembangan industri Pindar secara terarah. Salah satu fokus utama pengembangan yang didorong regulator adalah perluasan akses pembiayaan yang inklusif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah perluasan pembiayaan untuk sektor produktif UMKM ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem usaha masyarakat sekaligus menjaga rasio kualitas pendanaan di tengah pemantauan berkelanjutan terhadap indikator risiko kredit macet industri.






