Pemerintah mempercepat penanganan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Langkah percepatan ini dilakukan agar aktivitas belajar mengajar para siswa dapat kembali berjalan secara aman, nyaman, dan layak.
Salah satu sekolah yang menjadi prioritas pemulihan adalah SMP Negeri 1 Tukka. Sekolah tersebut sebelumnya mengalami dampak kerusakan cukup parah setelah material lumpur merendam area aula dan ruang kelas, hingga merusak plafon dan konstruksi bangunan lainnya.
Saat ini, sejumlah fasilitas penting di SMP Negeri 1 Tukka telah selesai diperbaiki. Ruang kelas, ruang guru, aula, dan ruang praktik kini sudah bisa digunakan kembali untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar harian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran pemulihan untuk sektor pendidikan hingga tahun 2028 melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Anggaran untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah tersebut juga telah dicairkan oleh Kementerian Keuangan.
Dalam proses pelaksanaannya, renovasi SMP Negeri 1 Tukka memanfaatkan mekanisme swakelola, di mana dana bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ditransfer secara langsung kepada pihak sekolah. Tito mengapresiasi kinerja kepala sekolah dan seluruh pihak terkait yang dinilai berhasil mengelola anggaran secara tepat sesuai kebutuhan perbaikan di lapangan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain mekanisme swakelola oleh pihak sekolah, pemerintah turut menyiapkan opsi pengerjaan melalui personel TNI maupun penyedia jasa konstruksi. Pilihan skema pengerjaan disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta kondisi teknis di masing-masing lokasi terdampak.
Di samping sarana pendidikan, pemulihan infrastruktur dasar lainnya dipastikan berjalan beriringan. Rekonstruksi gedung sekolah di Tapanuli Tengah dilakukan paralel dengan penanganan hunian warga, perbaikan saluran air, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta penyediaan fasilitas pelayanan umum.






