tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Pemerintah Prioritaskan Ibu Hamil, Balita, dan Daerah 3T untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sri NugrohoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 09.56 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Prioritaskan Ibu Hamil, Balita, dan Daerah 3T untuk Program Makan Bergizi Gratis
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Sebanyak 11,15 juta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah lima tahun (balita) di Indonesia tercatat belum menerima manfaat dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menghadapi tantangan ini, pemerintah mengambil langkah cepat untuk menajamkan sasaran penerima manfaat. Kebijakan baru ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Rapat penting tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. Melalui koordinasi lintas kementerian ini, pemerintah berupaya memastikan penyaluran bantuan gizi dapat berjalan secara efisien dan tepat sasaran.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Siapa saja kelompok yang kini menjadi prioritas utama dalam program Makan Bergizi Gratis?

Fokus utama program Makan Bergizi Gratis kini dialihkan kepada kelompok masyarakat yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi. Kelompok tersebut mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, atau yang sering diistilahkan sebagai kelompok 3B. Selain itu, prioritas juga diarahkan bagi masyarakat yang berdomisili di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa evaluasi berkala terhadap sasaran program ini dilakukan demi memperbaiki tata kelola secara menyeluruh. Langkah penajaman ini diharapkan mampu menjamin bahwa manfaat program benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan bantuan pangan bernutrisi.

Bagaimana proses pembenahan data penerima manfaat dilakukan oleh pemerintah?

Upaya perbaikan tata kelola program diawali dengan validasi data penerima secara ketat guna menghindari pemborosan anggaran. Dari hasil validasi tersebut, pemerintah berhasil mengidentifikasi dan mengoreksi data ganda (double counting) yang melibatkan 4.864.467 data siswa serta 845.660 data guru. Tidak hanya memperbaiki kesalahan pencatatan ganda, pemerintah juga merekomendasikan agar 740 sekolah yang sebagian besar siswanya berasal dari kelompok keluarga mampu secara ekonomi tidak lagi dimasukkan sebagai prioritas penerima manfaat MBG. Dengan demikian, alokasi anggaran dapat dialihkan untuk membantu kelompok masyarakat miskin dan rentan gizi di wilayah lain.

Baca Juga

Dokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS di Threads

Dokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS di Threads

Bagaimana rencana percepatan pembangunan infrastruktur penunjang gizi di wilayah 3T?

Pemerintah bergerak cepat mengoperasikan 352 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah 3T yang tersebar di delapan provinsi. Provinsi-provinsi yang dipilih ini merupakan daerah dengan tingkat prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Pemerintah menargetkan seluruh proses pembangunan, pendataan, serta kesiapan operasional SPPG di wilayah 3T ini dapat diselesaikan dalam pekan ini. Target penyelesaian cepat ini mencakup pula daerah-daerah terpencil di wilayah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku agar masyarakat di sana segera mendapatkan pasokan makanan bergizi.

Langkah apa yang disiapkan pemerintah untuk mengatasi kendala operasional di daerah terpencil?

Distribusi makanan di wilayah terpencil sering kali terkendala oleh tingginya biaya logistik dan harga bahan baku lokal. Untuk mengatasinya, pemerintah telah merancang skema indeks kemahalan bahan baku khusus untuk daerah-daerah terpencil. Selain itu, pemerintah juga menyediakan insentif sewa SPPG. Skema insentif dan indeks harga ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan operasional unit pelayanan gizi di lapangan, sehingga kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat di pelosok tetap terjaga dengan baik tanpa terhambat masalah biaya operasional.

Baca Juga

Pemeriksaan Don Ritto dan Saksi Swasta dalam Kasus TPPU Emas serta Uang Ratusan Miliar

Pemeriksaan Don Ritto dan Saksi Swasta dalam Kasus TPPU Emas serta Uang Ratusan Miliar

Apa standar kebersihan dan kesehatan yang wajib dipenuhi oleh unit pelayanan gizi?

Semua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan kelayakan konsumsi. Saat ini, pemerintah mencatat ada sekitar 8.185 SPPG yang belum memenuhi standar kelayakan tersebut. Terhadap unit-unit yang belum tersertifikasi ini, pemerintah sedang melakukan proses penertiban secara disiplin. Pemerintah memberikan peringatan keras bahwa setiap SPPG yang gagal memenuhi persyaratan standar SLHS hingga batas waktu yang ditentukan akan ditutup secara permanen demi melindungi kesehatan masyarakat penerima manfaat.

Bagaimana skema penyediaan makanan bagi pondok pesantren?

Bagi institusi pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren, pemerintah menerapkan aturan berbasis jumlah santri. Pondok pesantren yang memiliki jumlah santri di atas 1.000 orang diberikan izin untuk membangun dan mengelola dapur mandiri mereka sendiri. Syarat utamanya adalah dapur mandiri tersebut harus memenuhi seluruh standar kesehatan serta memiliki sertifikasi SLHS. Sementara itu, bagi pondok pesantren dengan skala lebih kecil yang memiliki jumlah santri di bawah 1.000 orang, kebutuhan makanan bergizinya akan dipasok dan dilayani secara langsung oleh unit SPPG terdekat yang dikelola pemerintah.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Makan Bergizi GratisSPPGBantuan PemerintahDaerah 3T

Berita Terbaru Lainnya

Bantahan Donald Trump Terkait Kabar Kekurangan Amunisi Amerika Serikat dalam Konflik IranDokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan Usai Cibir Pasien BPJS di ThreadsPemeriksaan Don Ritto dan Saksi Swasta dalam Kasus TPPU Emas serta Uang Ratusan MiliarKomunikasi Pemerintah dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis di Era DigitalDampak Etika Media Sosial Tenaga Medis dalam Kasus Komentar Ruang Jenazah RSUD RutengImpor Barang Konsumsi Melonjak, Menperin Dorong Penguatan Perlindungan Industri DomestikSinyal Baru, Investor Asing Mulai Borong Saham Bank BUMNKriteria dan Proses Pemilihan Calon Gubernur Bank Indonesia Pengganti Perry Warjiyo

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap