Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah mengkaji rencana pembangunan transportasi massal berbasis kabel atau kereta gantung di kawasan Puncak. Proyek angkutan ini disiapkan bersamaan dengan rencana pengembangan bus listrik guna mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas serta kendala konektivitas di destinasi wisata unggulan tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa kajian kereta gantung ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menghadirkan opsi transportasi alternatif yang memadai bagi mobilitas warga lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Puncak.
Alternatif Transportasi dan Penguatan Ekonomi Lokal
Dalam perencanaannya, konsep rute kereta gantung diarahkan untuk menghubungkan berbagai titik strategis di seluruh kawasan Puncak. Kehadiran jaringan transportasi ini ditujukan agar masyarakat dan wisatawan memiliki alternatif moda perjalanan yang andal sehingga tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi.
Presiden Kolombia Copot Kepala Badan Statistik Terkait Data Pengangguran

Selain berfungsi mengurai kepadatan lalu lintas, moda kereta gantung juga diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian setempat. Sistem transportasi ini diharapkan dapat mendorong kemajuan sektor pariwisata lokal, memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mempermudah akses ke berbagai destinasi wisata di kawasan Puncak.
Melibatkan Kajian Komprehensif Berbagai Aspek
Kendati demikian, proyek kereta gantung di kawasan Puncak tersebut saat ini masih berada dalam tahap kajian komprehensif. Pemkab Bogor perlu memastikan berbagai parameter kelayakan sebelum melangkah ke proses realisasi fisik.
Luas Lahan Terbakar di Kalbar Tembus 48.536 Ha, Masih Ada 19 Hotspot

Kajian mendalam yang sedang dilakukan mencakup kesiapan aspek teknis seperti jalur dan kapasitas angkut, standar keselamatan operasional, analisis dampak lingkungan, serta kesesuaian dengan rencana tata ruang. Selain itu, pemerintah daerah juga meneliti kebutuhan lahan di lapangan, skema integrasi antarmoda transportasi, hingga perhitungan kelayakan investasi agar proyek ini dapat berjalan secara berkelanjutan.






