Sebuah kecelakaan tunggal menimpa satu unit armada taksi di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (15/9/2026) malam. Kendaraan bernomor polisi B-2419-SBX tersebut dilaporkan terguling persis sebelum Gerbang Tol (GT) Tebet 2 setelah menabrak pembatas jalan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB itu sempat mengejutkan pengguna jalan lainnya. Insiden ini mengakibatkan armada taksi tersebut terbalik di badan jalan dengan posisi seluruh roda menghadap ke atas.
Kronologi Kejadian
Kasat PJR Polda Metro Jaya AKBP Rieki Barata menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika armada taksi yang dikemudikan oleh Irsan tersebut melaju dari arah barat menuju ke arah akses gerbang tol. Ketika mendekati lokasi, laju mobil mendadak tidak terkendali karena sopir diduga dalam kondisi mengantuk.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Pengemudi out of control karena mengantuk, kemudian kendaraan menabrak guardrail pembatas jalan dan terguling," ungkap Rieki saat menjelaskan insiden tersebut.
Setelah membentur pembatas jalan berupa guardrail, kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik di jalur sebelum pintu masuk tol. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden kecelakaan tunggal ini.
Penanganan dan Imbauan Kepolisian
Pasca-kejadian, petugas PJR Polda Metro Jaya langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar akses GT Tebet 2. Dalam penanganan lebih lanjut, petugas PJR berkoordinasi dengan pihak Unit Laka Lantas Pancoran.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Menanggapi kejadian ini, kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memperhatikan kondisi fisik saat berkendara. Pengemudi diminta tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila merasakan kantuk berat di perjalanan.
"Kalau mengantuk, sebaiknya berhenti dan beristirahat. Jangan memaksakan berkendara karena bisa menyebabkan hilang konsentrasi dan membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," imbau Rieki.






