Peristiwa ambruknya sebuah rumah tempat tinggal milik warga di Lingkungan Kepandean, Kelurahan Kagungan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten, menjadi perhatian publik setelah bangunan tersebut belum diperbaiki selama enam bulan. Musibah kerusakan fisik pada bangunan ini berawal dari cuaca buruk yang terjadi pada bulan Februari lalu. Terpaan angin kencang yang disertai dengan curah hujan deras merusak bagian atas bangunan secara signifikan. Akibat tekanan angin dan hujan tersebut, atap rumah roboh dan terbuka lebar.
Pemilik dari hunian yang ambruk tersebut adalah seorang warga bernama Nani Kusnayati. Pada saat insiden cuaca ekstrem itu terjadi pada bulan Februari, Nani kebetulan tidak sedang berada di dalam rumahnya. Ia sedang berada di rumah saudaranya yang terletak di wilayah Kramatwatu. Keberadaan Nani di luar lokasi kejadian membuat musibah robohnya atap rumah ini tidak menimbulkan korban jiwa. Dari riwayat kepemilikannya, rumah tersebut telah ditempati oleh Nani selama kurang lebih enam tahun. Sejak awal dibeli hingga terjadinya musibah angin kencang tersebut, bangunan rumah tinggal itu belum pernah mendapatkan renovasi.








