Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terus mengoptimalkan operasi pencarian terhadap lima orang jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda. Operasi pencarian ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut sejak dimulai pada Selasa (8/9) hingga Senin (14/9).
Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syafii menyampaikan bahwa pelaksanaan rangkaian penyisiran selama sepekan penuh tersebut berpedoman pada standar International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR) guidelines.
Mekanisme Operasi dan Koordinasi Lalu Lintas Laut
Dalam proses pencarian di lapangan, pergerakan armada dan sarana prasarana aktif menyisir perairan mulai pagi hari hingga pukul 17.00 WIB. Pembatasan jam operasional ini dilakukan karena adanya keterbatasan pada sarana prasarana yang digunakan, sehingga armada penyelamat harus bersandar atau lego jangkar menjelang petang.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Meski operasi kapal penyelamat dibatasi waktu harian, pemantauan di kawasan perairan tidak berhenti. Basarnas secara simultan dan terus-menerus menyampaikan imbauan terbuka kepada seluruh nakhoda kapal serta pengguna lalu lintas laut di Selat Sunda untuk ikut memperhatikan situasi perairan dan membantu operasi pencarian korban selama tujuh hari pelaksanaan.
Evaluasi Bersama PVMBG dan BMKG
Kepastian mengenai kelanjutan operasi SAR akan diputuskan pada hari ketujuh, bertepatan dengan hari Senin pekan depan. Basarnas mengagendakan rapat evaluasi menyeluruh yang melibatkan lintas instansi.
Evaluasi tersebut direncanakan melibatkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta unsur tim medis guna meninjau perkembangan lapangan dan merumuskan kelanjutan langkah operasi penyelamatan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Identitas Korban Hilang Kontak
Sebanyak delapan orang dilaporkan hilang kontak setelah melakukan pelayaran ke dekat Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Rombongan tersebut diketahui bertolak dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, menggunakan moda speedboat untuk keperluan agenda peliputan media.
Kelima jurnalis yang berada di dalam kapal cepat tersebut meliputi M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni selaku jurnalis lepas. Mereka berlayar bersama tiga orang kru pendamping, yaitu Warta selaku kapten speedboat, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto yang bertindak sebagai pemandu perjalanan.






