Rangkaian kegiatan diplomasi militer TNI Angkatan Udara (TNI AU) di Australia diawali dengan keberangkatan detasemen dari Pangkalan TNI AU El Tari, Kupang, pada 16 Juli. Di bawah kepemimpinan dan komando Marsekal Pertama Somad, rombongan prajurit beserta armada udara Indonesia bertolak menuju Australia untuk mengikuti latihan perang udara multinasional yang diselenggarakan oleh pihak Australia mulai 20 Juli hingga 7 Agustus 2025. Puncak dari interaksi tingkat tinggi antar pimpinan militer terjadi pada Selasa (4/8), ketika pimpinan angkatan udara dari kedua negara berkesempatan melakukan manuver bersama di angkasa. Penerbangan formasi gabungan tersebut dilaksanakan tepat di atas wilayah udara Darwin dan disaksikan oleh para peserta latihan.
Pelaksanaan manuver udara pada Selasa (4/8) tersebut menampilkan kolaborasi langsung antara pimpinan tertinggi angkatan udara Indonesia dan Australia. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono terbang sebagai penumpang di dalam jet tempur T-50i Golden Eagle milik TNI AU. Jet tempur tersebut dikemudikan oleh Komandan Skadron Udara 15, Letkol Pnb Kurniadi Sukmo Djatmiko, yang mengendalikan pesawat selama penerbangan berlangsung. Di saat yang sama, Kepala Angkatan Udara Australia (CAF) Marsekal Stephen Chappell menerbangkan jet tempur F/A-18 Hornet milik Angkatan Udara Australia (RAAF) secara paralel di samping jet tempur Indonesia. Seluruh rangkaian gerakan dan manuver udara dalam penerbangan formasi ini dipastikan oleh pejabat pertahanan kedua negara telah mematuhi protokol keselamatan secara ketat, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman dan tanpa timbul insiden apa pun.








