Penipisan pasokan amunisi penting, termasuk pencegat untuk bertahan dari serangan rudal dan drone Iran, kini membuat para mitra Washington di kawasan Timur Tengah mulai mempertanyakan efektivitas ikatan pertahanan mereka. Situasi tersebut memicu keraguan mendalam mengenai keandalan serta cakupan payung keamanan yang selama ini ditawarkan oleh Amerika Serikat. Pergeseran persepsi keamanan di Timur Tengah ini pada akhirnya memberikan ruang yang lebih luas bagi kekuatan regional lainnya untuk memperkuat posisi strategis mereka.
Menurut analisis yang disampaikan oleh CEO Gulf State Analytics, Giorgio Cafiero, para mitra Teluk Washington saat ini memiliki tekad yang kuat untuk mendiversifikasi hubungan internasional mereka. Negara-negara di kawasan tersebut mulai mengambil langkah nyata dengan memperdalam kerja sama dengan China serta kekuatan global lainnya. Pertumbuhan pengaruh China yang kian meluas dengan mengorbankan keutamaan atau dominasi Amerika Serikat dinilai sangat selaras dengan kepentingan








