tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Pengembangan Food Estate Kalimantan Tengah Melalui Manajemen Risiko Lintas Sektor

Andi SompaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 14.24 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengembangan Food Estate Kalimantan Tengah Melalui Manajemen Risiko Lintas Sektor
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat pengembangan proyek food estate di Provinsi Kalimantan Tengah melalui penerapan manajemen risiko lintas sektor. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan efektivitas proyek, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, serta mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas utama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan menerapkan sistem pertanggungjawaban yang lebih ketat antar-lembaga, pemerintah berharap dapat meminimalkan potensi hambatan operasional yang membayangi proyek skala besar ini.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Mengapa pemerintah menerapkan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor pada proyek food estate ini?

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menjelaskan bahwa penerapan MRPN lintas sektor bertujuan untuk menutup berbagai celah koordinasi yang menyebabkan proyek serupa di masa lalu tidak mencapai hasil optimal. Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN) di Kalimantan Tengah kini dilengkapi dengan sistem manajemen risiko yang dirancang secara matang untuk mengawal setiap tahapan pembangunan. Melalui manajemen risiko lintas sektor ini, setiap hambatan operasional maupun administratif dapat diidentifikasi dan diatasi lebih awal oleh kementerian atau lembaga terkait secara sinergis sebelum menjadi kendala besar.

Bagaimana rekam jejak proyek KPEAN atau food estate ini di masa lalu dan apa tantangan utamanya?

Baca Juga

5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026

5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026

Berdasarkan catatan historis, proyek KPEAN atau food estate ini sebenarnya bukan program baru melainkan telah beberapa kali dijalankan oleh pemerintah Indonesia. Program ini tercatat pernah dilaksanakan pada tahun 1995, kemudian dilanjutkan pada tahun 1999, tahun 2020, hingga berjalan kembali pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini. Kendati demikian, seluruh upaya yang dilakukan sejak tahun 1995 hingga periode sekarang tersebut diakui belum membuahkan hasil yang memuaskan bagi ketahanan pangan nasional. Ketidakpastian hasil di lapangan serta kegagalan mencapai target pada masa lalu menjadi alasan utama mengapa manajemen risiko terintegrasi kini mutlak diterapkan demi menghindari pengulangan kendala yang sama.

Instansi pemerintah mana saja yang terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaan proyek di Kalimantan Tengah?

Demi memastikan tata kelola yang bersih dan efektif, proyek food estate di Provinsi Kalimantan Tengah melibatkan kolaborasi erat antarkementerian dan lembaga negara. Pihak-pihak yang terlibat aktif dalam pelaksanaan dan pengawasan proyek ini antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta Kejaksaan Agung. Keterlibatan lembaga hukum seperti Kejaksaan Agung secara khusus ditujukan untuk memastikan aspek kepatuhan hukum, memperkuat pengawasan regulasi, serta meminimalkan risiko penyimpangan dalam pemanfaatan anggaran serta pengelolaan lahan negara selama proyek berlangsung.

Bagaimana strategi pemerintah untuk mengantisipasi masalah lingkungan dan tata guna lahan yang kerap terjadi?

Baca Juga

Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKM

Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKM

Guna menghindari masalah lingkungan dan konflik tata guna lahan yang sering menjadi kendala utama pada proyek-proyek sebelumnya, pemerintah memfokuskan pengembangan food estate kali ini pada area di luar kawasan hutan. Keputusan penentuan lokasi non-hutan ini didasarkan pada hasil kajian mendalam yang telah dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama kementerian terkait sejak tahun 2020. Dengan fokus pada lahan non-hutan yang telah dikaji secara matang sejak tahun 2020 tersebut, proyek ini diharapkan dapat berjalan selaras dengan prinsip kelestarian lingkungan serta tata ruang wilayah yang tepat tanpa merusak ekosistem hutan yang dilindungi.

Di mana saja sebaran proyek swasembada pangan ini dan apa saja komoditas fokus di masing-masing daerah?

Program swasembada pangan nasional yang diprioritaskan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya berpusat di wilayah Papua Selatan, melainkan tersebar di lima provinsi di Indonesia. Wilayah pengembangan proyek food estate ini meliputi Papua, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah. Setiap wilayah diarahkan untuk memproduksi komoditas pertanian tertentu yang disesuaikan dengan karakteristik tanah dan lahan setempat. Sebagai contoh, food estate di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, difokuskan pada pengembangan komoditas kentang, bawang putih, dan bawang merah. Sementara itu, kawasan food estate di Kalimantan Tengah difokuskan khusus untuk memproduksi padi dan singkong guna menopang cadangan pangan nasional secara berkelanjutan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Manajemen RisikoKalimantan Tengahswasembada panganfood estate

Berita Terbaru Lainnya

5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKMLimpahan Rezeki El Nino bagi Petani Garam Tradisional CirebonPenyebab Ular Kobra Menelan Pisau Dapur di Karanganyar Menurut Pakar Biologi UGMPutusan Mahkamah Konstitusi Soal Pilkada Langsung dan Tanggapan Ketua Umum PPPBareskrim Bongkar Jaringan Penyelundupan Etomidate Asal Thailand di Apartemen PluitJadwal dan Duduk Perkara Sidang Praperadilan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Jakarta SelatanKebakaran Sekolah Dasar di Srengseng Sawah Jagakarsa, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap