Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, kini secara resmi mengemban amanah baru setelah dikukuhkan sebagai Koordinator Forum Komunikasi Kabupaten Kota (FKKA) untuk masa bakti atau periode tahun 2025 hingga 2030. Prosesi pengukuhan yang berlangsung dengan khidmat ini diselenggarakan di Anjong Mon Mata pada hari Rabu, tanggal 19 Agustus 2026. Acara tersebut menjadi momen penting bagi kepemimpinan daerah di wilayah tersebut, menandai dimulainya masa jabatan baru kepengurusan forum dalam mengoordinasikan berbagai program kerja kabupaten dan kota.
Dalam pelaksanaan pengukuhan tersebut, Illiza Sa'aduddin Djamal selaku Wali Kota Banda Aceh tidak dilantik sendirian. Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia, Bima Arya, mengukuhkan Illiza bersama dengan 22 orang pengurus forum lainnya. Dengan demikian, total terdapat 23 orang pengurus FKKA periode 2025-2030 yang resmi dilantik oleh Wakil Menteri Dalam Negeri pada hari Rabu tersebut. Kehadiran seluruh pengurus baru ini diharapkan dapat memperkuat struktur organisasi dan mendukung kinerja kepengurusan FKKA secara kolektif selama periode kepemimpinan yang telah ditetapkan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Setelah resmi dikukuhkan sebagai Koordinator FKKA yang baru, Illiza Sa'aduddin Djamal menyampaikan sejumlah visi, harapan, dan pandangannya mengenai peran strategis forum ini ke depan. Illiza menyatakan harapannya agar forum komunikasi tersebut dapat secara nyata mewujudkan dan membina kesinergian serta harmonisasi di antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kota. Sinergi dan harmonisasi ini dinilai sangat krusial, terutama dalam proses penyusunan berbagai kebijakan daerah agar dapat berjalan selaras demi kepentingan masyarakat luas.
Hadirnya forum ini juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja sama antardaerah. Menurut penjelasan Wali Kota Banda Aceh tersebut, keberadaan forum ini akan memberikan kemudahan dalam pelaksanaan program-program kerja. Secara spesifik, Illiza menyatakan bahwa forum ini membuat diseminasi program-program kolaborasi lintas kabupaten dan kota menjadi lebih mudah untuk dilaksanakan. Dengan kemudahan diseminasi tersebut, diharapkan implementasi program kerja bersama antarpemerintah daerah dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Selain mengenai sinergi kebijakan dan diseminasi program kolaborasi, Illiza Sa'aduddin Djamal juga menaruh harapan besar pada peran forum ini dalam bidang legislasi daerah. Ia berharap bahwa FKKA dapat membantu menyempurnakan revisi undang-undang pemerintah Aceh. Penyempurnaan revisi undang-undang tersebut diharapkan dapat menjadi landasan untuk mencapai tujuan yang lebih besar, terutama agar tercipta kehidupan masyarakat yang lebih aman, damai, dan sejahtera yang berjalan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam di wilayah Aceh.






