tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Penjelasan OJK Terkait Laporan Keuangan 2025 dan Transisi UU P2SK

Fitri LimbongDiterbitkan 5 Agu 2026 - 17.47 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penjelasan OJK Terkait Laporan Keuangan 2025 dan Transisi UU P2SK
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Kabaran mengenai isu defisit anggaran pada laporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025 sempat memicu perhatian luas dari publik, pelaku pasar modal, serta para praktisi ekonomi digital di Indonesia. Mengingat kedudukan OJK yang sangat penting sebagai regulator dan pengawas utama dalam ekosistem jasa keuangan nasional鈥攖ermasuk platform teknologi finansial, perbankan digital, hingga penyedia jasa pembayaran鈥攁danya kabar mengenai kekurangan kas tentu dapat menimbulkan kekhawatiran. Namun, OJK secara tegas membantah isu defisit anggaran tersebut dan menegaskan bahwa kondisi keuangan lembaga tetap berada dalam posisi aman, stabil, serta dikelola secara efisien sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Penjelasan resmi mengenai simpang siur isu laporan keuangan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, dalam sesi konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang berlangsung di Jakarta pada hari Selasa. Dalam pemaparannya, Hernawan menegaskan bahwa nominal angka yang muncul dalam laporan keuangan 2025 bukanlah cerminan dari ketidakmampuan kas, defisit operasional riil, atau inefisiensi manajemen. Sebaliknya, angka-angka tersebut muncul murni sebagai dampak teknis dari metode penyajian akuntansi yang diterapkan selama masa transisi penyesuaian regulasi baru.

Perubahan mendasar dalam tata kelola anggaran ini dipicu oleh pemberlakuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, yang dikenal luas sebagai UU P2SK. Sebelum memasuki masa transisi UU P2SK pada tahun 2025, mekanisme pendanaan OJK mengacu pada pola di mana penerimaan pungutan yang dikumpulkan lembaga digunakan untuk membiayai operasional pada tahun anggaran berikutnya. Akan tetapi, di dalam masa transisi regulasi tahun 2025, aturan tersebut disesuaikan sehingga penerimaan pungutan yang didapat langsung dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan operasional pada tahun berjalan yang sama.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Perubahan mekanisme pencatatan tersebut memengaruhi struktur sumber dana pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) OJK tahun 2025. Anggaran OJK tahun 2025 sendiri telah disetujui secara resmi oleh Komisi XI DPR RI dengan total nilai mencapai Rp11,557 triliun. Untuk mendanai RKA tahun 2025 yang bernilai Rp11,557 triliun tersebut, pendanaannya bersumber dari kombinasi penerimaan dua periode anggaran, yaitu penerimaan yang dihimpun pada tahun 2024 dan penerimaan yang diperoleh pada tahun 2025. Penataan sumber dana ini telah dirancang secara matang untuk menjamin kelancaran seluruh program pengawasan dan pelayanan publik OJK.

Kekeliruan publik dalam memahami angka laporan keuangan terjadi karena adanya perbedaan teknis antara realisasi anggaran dengan pencatatan akuntansi berbasis akrual. Hernawan menjelaskan bahwa angka yang disajikan dalam laporan keuangan OJK tahun 2025 merupakan dampak langsung dari pengakuan transaksi dan peristiwa berdasarkan basis akrual dan standar akuntansi yang berlaku umum. Dalam laporan penghasilan komprehensif tahun 2025, pendapatan yang diakui secara pembukuan hanyalah penerimaan yang secara faktual diperoleh pada tahun 2025. Adapun penerimaan OJK dari tahun 2024 tidak kembali dicatat sebagai pendapatan tahun 2025 karena seluruh nilai tersebut sudah dibukukan pada laporan keuangan tahun 2024 sesuai aturan standar akuntansi.

Kondisi aturan akuntansi akrual inilah yang menyebabkan laporan penghasilan komprehensif OJK tahun 2025 seolah-olah memperlihatkan angka minus. Laporan tersebut tampak mencatatkan defisit sebelum pajak sebesar Rp335,21 miliar serta defisit setelah pajak mencapai Rp1,8 triliun. Padahal, angka defisit ini hanyalah tampilan pembukuan di atas kertas akibat tidak dimasukkannya kembali penerimaan 2024 yang menjadi sumber pendanaan RKA 2025. Secara realisasi anggaran riil, OJK justru berhasil melakukan efisiensi sehingga tetap mencatatkan surplus anggaran sesuai ketentuan UU P2SK. Surplus riil yang diperoleh dari langkah efisiensi tersebut nantinya dapat dibawa atau di-carry over ke tahun anggaran 2026 sebagai sumber pendanaan operasional berikutnya.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Bagi ekosistem ekonomi digital, industri finansial, dan masyarakat umum, klarifikasi dari OJK ini memberikan ketenangan dan kepastian hukum yang sangat dibutuhkan. Karena tidak ada defisit riil maupun gangguan likuiditas kas, seluruh fungsi pengawasan terhadap perbankan, pasar modal, lembaga pembiayaan, hingga penyedia aplikasi keuangan digital dapat berjalan tanpa kendala. Stabilitas keuangan lembaga pengawas menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap keandalan infrastruktur digital dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan nasional.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pemahaman menyeluruh mengenai akuntansi akrual dan implikasi aturan UU P2SK sangat penting dimiliki oleh para analis, pelaku usaha, dan media massa. Dengan kepastian anggaran sebesar Rp11,557 triliun yang telah disahkan oleh Komisi XI DPR RI serta keberadaan surplus efisiensi anggaran yang siap di-carry over ke tahun 2026, OJK menegaskan komitmennya untuk terus menjaga pengawasan yang ketat dan efisien. Penataan tata kelola keuangan yang transparan ini memastikan bahwa transformasi sektor keuangan dan ekonomi digital Indonesia dapat terus berlangsung secara aman, tepercaya, dan berkelanjutan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Sektor KeuanganLaporan KeuanganOJKUU P2SK

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap