Temuan ratusan senjata di lingkungan Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu yang berlokasi di Jakarta Selatan telah memicu perhatian publik yang cukup besar. Penemuan sebanyak 996 senjata di dalam ruangan mantan Ketua Yayasan sekolah swasta tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan terkait asal-usul serta tujuan penyimpanannya. Untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, pendiri Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu, Yan Sofyan Syafe'i, bersama dengan tim kuasa hukum yayasan akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai temuan mengejutkan ini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan inventarisasi yang dilakukan oleh petugas, jenis senjata serta barang bukti yang ditemukan di dalam ruangan tersebut sangat beragam. Rincian barang bukti yang berhasil diamankan meliputi empat pucuk senjata laras panjang, dua pucuk senjata laras pendek, satu alat peredam suara, serta tujuh buah magasin dari berbagai jenis. Tidak hanya itu, petugas juga menyita sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber. Di lokasi yang sama, ditemukan pula beberapa unit airsoft gun yang dirancang menyerupai model FN P90, AK-47, dan M4 Carbine, alat kejut listrik atau taser gun, peralatan khusus untuk membuat peluru, hingga sebuah buku panduan pembuatan peluru.
Terkait kepemilikan dari ratusan senjata tersebut, Alhadid Endar Putra yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin tampil memberikan penjelasan. Ia secara terbuka mengeklaim kepemilikan atas senjata-senjata tersebut dan menegaskan bahwa sebanyak 995 unit airsoft gun yang ditemukan di lingkungan sekolah swasta itu adalah barang yang legal serta telah mengantongi izin resmi dari pihak berwenang. Menurut Alhadid, keberadaan senjata-senjata tersebut di area sekolah bukanlah tanpa alasan, melainkan didasarkan pada sebuah rencana kegiatan yang telah dirancang sebelumnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Alhadid Endar Putra menjelaskan bahwa penyimpanan ratusan senjata di lingkungan sekolah tersebut bermula dari adanya kesepakatan kerja sama pada tahun 2020. Kerja sama itu dilakukan dirinya dengan Pak Suryo, yang saat itu bertindak sebagai pembina di Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu. Melalui kesepakatan tersebut, kedua belah pihak berencana untuk mendirikan kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah, sehingga berbagai peralatan penunjang latihan menembak tersebut disimpan di lingkungan yayasan.
Meskipun demikian, klaim mengenai adanya kesepakatan kerja sama untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak tersebut disikapi secara kritis oleh pihak yayasan. Kuasa hukum yayasan sekolah, Alvon Kurnia Palma, secara tegas meminta pembuktian yang jelas atas klaim tersebut. Alvon menyatakan bahwa jika ada pihak yang mengeklaim bahwa senjata-senjata tersebut disimpan untuk keperluan kegiatan ekstrakurikuler dan hal itu telah disetujui oleh pihak yayasan, maka klaim tersebut harus dibuktikan secara sah. Lebih lanjut, Alvon mengungkapkan bahwa pada tahun 2020, Pak Suryo sudah berusia 104 tahun. Mengingat usianya yang sudah sangat lanjut, Pak Suryo memiliki keterbatasan untuk memahami, mengetahui, dan memberikan persetujuan terhadap suatu usulan kerja sama.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Di samping memberikan penjelasan mengenai klaim kepemilikan senjata, Alvon Kurnia Palma juga membantah adanya isu miring mengenai konflik internal di tubuh yayasan. Ia menegaskan tidak ada sengketa kepemilikan ataupun benturan kepentingan di antara para pendiri yayasan itu sendiri. Yayasan Sekolah Islam Harapan Ibu didirikan oleh tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Wakil Presiden Adam Malik, Mahwardi Labae, dan Bapak Suryo. Alvon menegaskan bahwa hubungan dan situasi di antara para pendiri tetap berjalan tanpa adanya konflik internal.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah pasca-penemuan senjata tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah antisipatif yang cepat. Pihak sekolah memutuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk sementara waktu. Kebijakan PJJ ini diberlakukan selama sepekan penuh yang dimulai pada hari Senin. Selama masa penerapan pembelajaran jarak jauh tersebut, pihak yayasan juga secara resmi meminta aparat kepolisian untuk melakukan sterilisasi di seluruh area sekolah guna memastikan lingkungan belajar benar-benar aman sebelum siswa kembali beraktivitas secara normal.






