Badan Sosialisasi MPR RI bekerja sama dengan Pimpinan Pusat Persatuan Islam Istri (Persistri) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Berbasis Komunitas. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan di tingkat masyarakat. Kegiatan ini secara khusus menyasar para pendidik anak usia dini, dengan kehadiran sebanyak 250 guru PAUD Persatuan Islam Istri yang berasal dari wilayah Bandung Raya, Garut, dan Sumedang. Pelibatan para guru PAUD ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda sejak usia dini.
Acara sosialisasi yang berlangsung dengan khidmat ini diselenggarakan di Artotel Suites Aquila Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Agustus. Pertemuan ini mempertemukan para praktisi pendidikan anak usia dini dengan pihak MPR RI untuk menyelaraskan pemahaman mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan nonformal. Melalui forum ini, para peserta mendapatkan pembekalan langsung mengenai implementasi nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Berbasis Komunitas ini secara resmi dibuka oleh Muhammad Hoerudin Amin, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI. Beliau merupakan anggota MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F PAN) yang mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat XI. Dalam sambutan pembukaannya, Hoerudin menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga ideologi negara. Ia menegaskan bahwa suatu bangsa yang tercerabut dari nilai-nilai dasar serta ideologinya merupakan bangsa yang sedang melangkah menuju kehancuran. Oleh karena itu, pemeliharaan nilai-nilai ini harus terus diupayakan secara konsisten.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Lebih lanjut, Muhammad Hoerudin Amin menaruh harapan besar kepada para guru PAUD Persatuan Islam Istri yang hadir dalam acara tersebut. Beliau mengimbau dan berharap agar para guru bersedia mengajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR kepada anak-anak didik mereka sejak usia dini. Menurutnya, pengajaran ini tidak perlu dimulai dengan konsep yang rumit, melainkan cukup diawali dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Contoh konkret yang dapat diterapkan antara lain adalah kebiasaan menjaga kebersihan, sikap saling menolong antar sesama, membiasakan kerja sama, serta menumbuhkan rasa toleransi sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam Istri, Lia Yuliani, memberikan arahan penting bagi para peserta. Ia secara khusus meminta kepada seluruh guru PAUD Persatuan Islam Istri yang berpartisipasi dalam Sosialisasi Empat Pilar Berbasis Komunitas ini untuk bertindak sebagai duta empat pilar. Sebagai duta, para guru memiliki peran aktif untuk menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan tersebut di lingkungan mereka masing-masing, tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas saja tetapi juga di tengah masyarakat luas.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Lia Yuliani juga menekankan mengenai strategi penyebaran nilai-nilai Empat Pilar yang efektif. Menurut pandangannya, sosialisasi mengenai empat pilar kebangsaan ini idealnya dimulai dan berasal dari orang-orang terdekat terlebih dahulu. Oleh karena itu, ia menyarankan agar para peserta memprioritaskan lingkungan terdekat mereka dalam mengamalkan dan menyosialisasikan nilai-nilai tersebut. Lingkungan yang dimaksud dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga, kemudian meluas ke lingkungan tetangga sekitar rumah, hingga ke kerabat atau saudara dekat. Dengan cara ini, diharapkan pemahaman nilai kebangsaan dapat






