Pelayanan penumpang KRL resmi dialihkan dari Stasiun Karet ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City mulai Selasa (1/9/2026). Langkah penutupan Stasiun Karet ini merupakan bagian dari kebijakan KAI Commuter dalam mengintegrasikan layanan transportasi di kawasan tersebut.
Pengalihan ini mencakup 264 perjalanan harian Commuter Line lintas Kampung Bandan/Cikarang yang sebelumnya melewati Stasiun Karet dan BNI City. Bagi masyarakat yang biasa beraktivitas di sekitar kawasan Stasiun Karet, akses menuju Stasiun BNI City dialihkan melalui selasar pedestrian di sisi sungai yang berjarak sekitar 150 meter dari pintu masuk Stasiun Karet.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Perubahan alur tersebut menuai tanggapan langsung dari para komuter harian. Ahmad Suradi, salah satu penumpang KRL, mengungkapkan kekhawatirannya terkait akses jalan kaki tambahan tersebut apabila cuaca buruk tiba. Menurutnya, rute baru tidak terlalu merepotkan saat kondisi normal, namun akan menjadi tantangan saat hujan turun.
Hal senada diungkapkan oleh Teguh, penumpang yang kerap bepergian menuju arah Kuningan dan Mal Ambassador. Ia menuturkan bahwa rute keluar stasiun kini terasa lebih panjang jika dibandingkan saat Stasiun Karet masih beroperasi. Pengguna kini harus berjalan kaki lebih dari 200 meter sebelum mencapai akses jalan raya utama.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Selain para penumpang, imbas penutupan layanan Stasiun Karet juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro di area sekitar. Tiroh, seorang pedagang minuman kemasan dan kopi di sekitar Stasiun Karet, mencatat penurunan drastis lalu-lalang calon pembeli. Sejak operasional dialihkan ke BNI City, volume pejalan kaki yang melintas di lapak dagangannya berkurang hingga separuh dari biasanya.






