tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi & Bisnis

Penyebab Laba KAI Turun pada Semester I-2026 di Tengah Kenaikan Pendapatan

Lidya RumbayanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 19.51 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Laba KAI Turun pada Semester I-2026 di Tengah Kenaikan Pendapatan
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Kinerja keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI pada paruh pertama tahun ini menunjukkan dinamika yang berlawanan arah antara pendapatan dan keuntungan. Berdasarkan data per 30 Juni 2026, KAI mencatatkan penurunan laba pada semester I-2026, meskipun pada periode yang sama pendapatan perseroan sebenarnya mampu tumbuh secara positif. Situasi keuangan ini memberikan gambaran mengenai bagaimana beban di luar operasional utama dapat memengaruhi hasil akhir atau laba bersih sebuah perusahaan badan usaha milik negara.

Dari sisi operasional dan pendapatan, kinerja KAI tercatat mengalami peningkatan yang cukup solid. Hingga tanggal 30 Juni 2026, KAI berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 17,96 triliun. Angka pendapatan tersebut mengalami kenaikan sebesar 6,6 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang saat itu tercatat sebesar Rp 16,85 triliun. Sejalan dengan kenaikan pendapatan tersebut, laba bruto perseroan juga mengalami peningkatan dari angka Rp 5,72 triliun menjadi Rp 6,79 triliun. Peningkatan ini juga tecermin pada laba usaha perseroan yang tumbuh secara signifikan sebesar 25,8 persen, yakni menjadi Rp 4,66 triliun dari pencapaian sebelumnya yang berada di angka Rp 3,71 triliun pada periode sebelumnya.

Meskipun operasional inti mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, hasil yang berbeda terlihat pada pos laba sebelum pajak dan laba bersih. Laba sebelum pajak perseroan tercatat mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 1,86 triliun menjadi hanya sebesar Rp 842,69 miliar. Penurunan ini berlanjut pada laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada perseroan, yang merosot drastis hingga 73,5 persen. Pada semester I-2025, laba bersih KAI masih berada di posisi Rp 1,18 triliun. Namun, pada laporan keuangan semester I-2026, angka tersebut turun menjadi hanya Rp 314,03 miliar. Penurunan laba bersih yang sangat tajam ini bersumber dari pos-pos di luar pendapatan operasional utama perseroan.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Faktor utama yang menjadi penyebab turunnya laba bersih KAI bersumber dari pos Bagian Rugi Bersih Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama. Beban pada pos keuangan ini melonjak tajam menjadi minus Rp 2,99 triliun pada semester I-2026, dari yang sebelumnya tercatat minus Rp 948,2 miliar pada semester I-2025. Sumber utama dari kerugian tersebut berasal dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia atau PSBI. KAI tercatat memiliki porsi kepemilikan saham sebesar 58,53 persen di dalam entitas ventura bersama tersebut. PSBI sendiri merupakan kendaraan investasi bagi konsorsium BUMN yang menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC. KCIC adalah perusahaan yang bertindak sebagai operator layanan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dikenal dengan nama Whoosh.

Kondisi pembukuan PSBI pada periode berjalan menunjukkan adanya tekanan dari sisi liabilitas dan kerugian. PSBI mencatatkan rugi neto sebesar Rp 5,13 triliun untuk periode berjalan. Dari sisi neraca, PSBI memiliki total aset senilai Rp 21,53 triliun, sementara total liabilitasnya tercatat lebih besar, yakni mencapai angka Rp 21,55 triliun. Karena KAI memiliki 58,53 persen saham di PSBI, bagian rugi neto yang harus ditanggung oleh KAI dari investasinya tersebut mencapai Rp 3,005 triliun pada semester I-2026. Angka beban kerugian ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 2,92 triliun.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Rugi neto yang dialami entitas asosiasi ini berdampak langsung pada nilai investasi perseroan secara keseluruhan. Nilai tercatat atau carrying value dari investasi KAI di dalam tubuh PSBI mengalami penyusutan secara signifikan. Pada akhir tahun 2025, nilai tercatat investasi tersebut masih berada di angka Rp 4,79 triliun, namun kemudian turun menjadi tersisa Rp 1,79 triliun per tanggal 30 Juni 2026. Selain pencatatan kerugian investasi, KAI juga turut memberikan pendanaan secara tidak langsung kepada KCIC. Pendanaan ini disalurkan melalui skema pinjaman pemegang saham atau shareholder loan yang diberikan kepada PSBI. Berdasarkan data hingga akhir Juni 2026, total pinjaman yang telah dicairkan oleh KAI kepada PSBI telah mencapai lebih dari Rp 1,72 triliun.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNLaporan KeuanganKAIWhooshKereta CepatPSBI

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap