tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Penyebab Penurunan Produksi Sawit Nigeria dan Kerja Sama Strategis dengan Malaysia

Retno PurwantoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 21.10 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Penurunan Produksi Sawit Nigeria dan Kerja Sama Strategis dengan Malaysia
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Sejarah perkembangan komoditas perkebunan mencatat Nigeria yang terletak di Afrika Barat sebagai tempat asal dari tanaman kelapa sawit. Wilayah ini pada masa keemasannya merupakan kekuatan utama yang mendominasi pasar minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di tingkat global. Pada periode kejayaan tersebut, Nigeria mampu menguasai pangsa pasar internasional dengan memasok sekitar 43% dari total kebutuhan minyak sawit dunia. Kendati demikian, peta kekuatan pasokan minyak sawit dunia mengalami pergeseran yang sangat dramatis dalam beberapa dekade berikutnya. Negara yang dahulu menjadi produsen paling dominan ini perlahan kehilangan taji, hingga kontribusinya terhadap pasokan CPO global merosot drastis sampai tersisa sekitar 2% saja. Penurunan porsi pasokan ini terjadi akibat pertumbuhan produksi lokal yang tidak mampu mengimbangi pesatnya lonjakan konsumsi domestik, yang terus terdorong oleh bertambahnya jumlah penduduk serta ekspansi sektor industri pangan di dalam negeri.

Ketidakmampuan sektor produksi dalam negeri untuk mengejar pertumbuhan konsumsi akhirnya mengubah status Nigeria secara total, dari yang semula penguasa ekspor menjadi negara importir demi menutupi kebutuhan masyarakatnya. Mengenai fenomena ini, Joe Onyiuke mengungkapkan bahwa penurunan tajam pangsa pasar tersebut memperlihatkan ketimpangan yang amat serius antara kapasitas produksi nasional dan tingginya tingkat permintaan pasar dalam negeri. Secara konsisten, angka kebutuhan minyak sawit di Nigeria mencapai sekitar 2,7 juta ton per tahun. Di sisi lain, angka produksi nasional negara tersebut baru berada di kisaran 1,5 juta ton per tahun. Adanya selisih atau defisit pasokan yang mencapai lebih dari satu juta ton tersebut memaksa Nigeria melakukan impor dari negara-negara produsen utama, khususnya Malaysia dan Indonesia, serta negara pemasuk lainnya. Menurut data statistik UN Comtrade, Nigeria tercatat menghabiskan anggaran hingga sekitar US$ 155 juta hanya untuk mengimpor minyak sawit sepanjang tahun 2024.

Faktor apa saja yang mendasari penurunan produktivitas pada perkebunan sawit di Nigeria?

Rendahnya produktivitas kebun sawit di Nigeria dipengaruhi oleh perpaduan berbagai kendala mendasar pada sektor hulu hingga pengolahan. Produktivitas yang lambat tersebut berkaitan langsung dengan minimnya inovasi, keterbatasan penggunaan teknologi modern di lapangan, serta keterbatasan pembiayaan yang dihadapi oleh para pengelola kebun. Selain kendala teknis dan modal, kelemahan sistemik ini diperparah oleh arah kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah serta belum dilaksanakannya program peremajaan tanaman (replanting) secara nasional. Struktur produksi di negara ini makin rentan karena sekitar 80% dari total produksi sawit Nigeria masih bersumber dari pemanenan petani kecil. Para petani kecil ini pada umumnya mengelola tanaman yang tumbuh secara semi-liar dan masih mengandalkan metode panen serta teknik pengolahan yang bersifat tradisional.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Bagaimana Malaysia mengelola industri sawitnya hingga berhasil menjadi pusat pembelajaran bagi negara lain?

Berbeda dengan dinamika di Afrika Barat, Malaysia berhasil membangun industri sawit yang efisien dan berskala ekspor tinggi. Sepanjang tahun 2025, Malaysia mampu memproduksi sekitar 20,28 juta ton minyak sawit dan mendistribusikan produk komoditas tersebut dengan mengekspornya ke lebih dari 150 negara di seluruh dunia. Kinerja perdagangan internasional ini mencatatkan nilai yang luar biasa, di mana industri sawit menyumbang sekitar US$ 27,5 miliar devisa ekspor bagi Malaysia pada tahun 2025. Angka devisa ini memberikan kontribusi signifikan yaitu sekitar 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia. Selain itu, ekosistem industri sawit Malaysia menjadi penopang mata pencaharian utama yang mendukung sekitar tiga juta lapangan kerja, yang tersebar dari sektor perkebunan, industri pengolahan, jaringan logistik, hingga manufaktur produk hilir berbasis sawit. Kesuksesan ini terwujud berkat komitmen jangka panjang dalam riset varietas unggul, pelaksanaan peremajaan kebun, perluasan fasilitas pabrik pengolahan terpadu, pemberdayaan petani kecil, serta dorongan strategi hilirisasi ke produk bernilai tambah tinggi seperti oleokimia dan bioenergi.

Bentuk kerja sama apa saja yang dijalankan antara Malaysia dan Nigeria untuk mengatasi krisis pasokan ini?

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Untuk memperbaiki kondisi produksi serta mengatasi krisis defisit pasokan di dalam negeri, Nigeria kini menjalin kolaborasi strategis dengan Malaysia. Menanggapi potensi kemitraan ini, Chief Executive Officer Malaysian Palm Oil Council (MPOC), Belvinder Sron, menegaskan bahwa Malaysia siap memberikan bantuan kepada Nigeria. Bantuan tersebut mencakup penyediaan bibit unggul, kerja sama riset dan penelitian, transfer teknologi pengolahan, hingga peluang investasi langsung di sektor sawit Nigeria. Sebagai bentuk keseriusan dalam memperluas kerja sama dengan para pelaku industri setempat, MPOC bahkan telah membuka kantor perwakilan resminya di kota Lagos. Adapun dari sisi hubungan perdagangan fisik, Malaysia tercatat telah mengirimkan ekspor sekitar 300 ribu ton minyak sawit beserta produk turunannya ke pasar Nigeria dalam periode satu tahun terakhir.

Meskipun berbagai skema bantuan teknologi dan pasokan telah berjalan, pemulihan industri sawit Nigeria masih dihadapkan pada keterbatasan materiil dan ketidakpastian proses transformasi di lapangan. Peralihan dari sistem perkebunan tradisional berbasis tanaman semi-liar menuju pengelolaan terpadu berteknologi tinggi memerlukan waktu bertahun-tahun serta konsistensi kebijakan domestik yang kuat. Ketergantungan Nigeria pada impor dalam beberapa tahun mendatang diperkirakan masih bertahan selama kapasitas produksi petani kecil belum terangkat secara menyeluruh melalui peremajaan kebun nasional.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Global

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap