tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Penyebab Ular Kobra Menelan Pisau Dapur di Karanganyar Menurut Pakar Biologi UGM

Fitri LimbongDiterbitkan 6 Agu 2026 - 14.41 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Ular Kobra Menelan Pisau Dapur di Karanganyar Menurut Pakar Biologi UGM
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Evakuasi seekor ular kobra di Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah pada Selasa, 4 Agustus 206 menjadi sorotan publik setelah satwa tersebut kedapatan menelan sebilah pisau dapur. Ular berbisa tersebut ditemukan masih dalam kondisi hidup saat dievakuasi oleh relawan dari organisasi Exalos Indonesia dari rumah salah satu warga setempat. Peristiwa tidak biasa ini menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat mengenai alasan logis di balik tindakan sang ular kobra yang nekat menelan benda tajam berbahaya tersebut.

Bagaimana kronologi ular kobra tersebut bisa sampai menelan sebilah pisau dapur?

Menurut penjelasan ilmiah dari Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc, seorang dosen sekaligus pemerhati satwa liar dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance
), peristiwa tidak biasa ini terjadi karena ular kobra mengalami salah identifikasi terhadap objek yang ditemukannya. Ular kobra tersebut salah mengidentifikasi pisau dapur sebagai mangsanya yang biasa. Hal ini dipicu oleh adanya aroma daging atau sisa darah yang masih menempel erat pada permukaan pisau dapur itu. Ketika ular mendeteksi aroma makanan yang sangat kuat pada benda tersebut, insting predatornya langsung aktif dan mendorongnya untuk memakan pisau itu secara utuh tanpa menyadari bahaya fisik dari besi tajam tersebut.

Bagaimana cara ular mengenali mangsanya jika penglihatannya terkenal kurang baik?

Baca Juga

5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026

5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026

Ular memiliki keterbatasan fisik yang cukup signifikan dalam hal indra penglihatan. Ular memiliki penglihatan yang buruk, sehingga mereka tidak bisa mengandalkan mata untuk mengenali bentuk mangsa secara detail. Sebagai gantinya, ular sangat fokus menggunakan aroma untuk mendeteksi dan melacak keberadaan makanan di sekitarnya. Dalam kasus ular di Karanganyar ini, organ Jacobson yang berfungsi sebagai indra penciuman khusus pada ular bekerja dengan sangat baik. Organ Jacobson tersebut mampu mendeteksi keberadaan bau spesifik dari sisa makanan pada pisau, sehingga otak ular langsung mengategorikan objek tersebut sebagai makanan yang layak ditelan.

Mengapa ular kobra tidak berusaha memuntahkan kembali pisau tajam yang sudah masuk ke mulutnya?

Secara anatomi, ular kobra memiliki keterbatasan fisik yang fatal ketika sudah menelan suatu benda keras. Ular kobra tidak bisa memuntahkan kembali benda yang telanjur mereka makan. Ketika pisau dapur tersebut mulai masuk ke dalam rongga mulutnya, ular tidak memiliki mekanisme untuk mendorongnya kembali keluar. Hal ini disebabkan oleh struktur gigi ular kobra yang melengkung ke arah belakang. Struktur gigi yang melengkung ke dalam ini sebenarnya berfungsi untuk mencengkeram mangsa hidup agar tidak mudah lepas saat ditelan. Namun, dalam kasus benda mati seperti pisau, gigi yang melengkung ke belakang ini justru mengunci posisi pisau dan membuatnya hanya bisa bergerak searah masuk ke dalam tubuh ular tanpa bisa dikeluarkan lagi.

Apakah fenomena menelan pisau ini ada hubungannya dengan kondisi stres yang dialami ular?

Baca Juga

Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKM

Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKM

Meskipun ular kobra ini menelan pisau karena salah mendeteksi aroma makanan, bukan secara langsung akibat stres, namun stres merupakan kondisi nyata yang kerap dialami oleh reptil ini. Menurut pakar dari Universitas Gadjah Mada, ular bisa mengalami stres yang dipicu oleh beberapa faktor lingkungan. Penyebab utama ular mengalami stres di antaranya adalah kondisi lingkungan yang tidak stabil, seperti fluktuasi suhu udara dan tingkat kelembapan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka. Selain itu, perubahan drastis pada habitat asli mereka serta adanya gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia di sekitar wilayah hidup ular juga berkontribusi besar memicu stres pada hewan ini.

Bagaimana cara mengenali tanda-tanda atau ciri fisik ular yang sedang mengalami stres?

Untuk mengetahui apakah seekor ular sedang berada dalam kondisi stres atau tertekan, masyarakat dapat memperhatikan beberapa ciri perilaku yang ditunjukkannya. Tanda-tanda ular yang sedang mengalami stres antara lain adalah kecenderungan tubuhnya yang sering meringkuk dalam waktu lama. Selain itu, ular juga akan sering menggesek-gesekkan tubuhnya ke substrat atau permukaan yang keras di sekitarnya secara berulang-ulang. Perilaku tidak biasa lainnya adalah tingkat temperamen ular yang menjadi sangat sensitif, sehingga mereka menjadi lebih mudah marah dan berulang kali mengeluarkan suara mendesis sebagai bentuk pertahanan diri ketika mendeteksi adanya ancaman di sekitar mereka.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

UGMsatwa liarular kobrasains

Berita Terbaru Lainnya

5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKMLimpahan Rezeki El Nino bagi Petani Garam Tradisional CirebonPutusan Mahkamah Konstitusi Soal Pilkada Langsung dan Tanggapan Ketua Umum PPPPengembangan Food Estate Kalimantan Tengah Melalui Manajemen Risiko Lintas SektorBareskrim Bongkar Jaringan Penyelundupan Etomidate Asal Thailand di Apartemen PluitJadwal dan Duduk Perkara Sidang Praperadilan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Jakarta SelatanKebakaran Sekolah Dasar di Srengseng Sawah Jagakarsa, 17 Mobil Damkar Dikerahkan

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap