tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 Senilai Rp 49,9 Triliun oleh Telkom

Andi SompaDiterbitkan 8 Agu 2026 - 23.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 Senilai Rp 49,9 Triliun oleh Telkom
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk secara resmi menyelesaikan langkah strategis penting dengan nilai transaksi mencapai Rp 49,9 triliun untuk menuntaskan proses Spin-Off InfraCo Tahap 2. Melalui keputusan korporasi ini, entitas usaha PT Telkom Infrastruktur Indonesia yang dikenal dengan nama komersial InfraNexia diposisikan sebagai pilar utama dalam memperkuat bisnis wholesale connectivity. Langkah ini menjadi momentum penting bagi TelkomGroup dalam mempercepat realisasi strategi TLKM 30, khususnya pada pilar yang berfokus untuk membuka nilai optimal dari aset-aset perusahaan atau unlock value.

Apa sebenarnya posisi dan peran PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia dalam grup usaha Telkom?

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap

InfraNexia bertindak sebagai operating company atau perusahaan operasional di bawah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Dalam menjalankan bisnisnya, entitas ini memantapkan posisinya sebagai penyedia layanan infrastruktur digital wholesale yang memiliki karakteristik netral, andal, serta mengedepankan pemenuhan kebutuhan para pelanggan secara optimal. Keberadaan InfraNexia diharapkan mampu menyajikan layanan konektivitas skala besar yang independen bagi berbagai pelaku industri telekomunikasi dan digital.

Berapa nilai transaksi dari pemisahan tahap kedua ini dan bagaimana keselarasan kebijakan ini dengan program konsolidasi nasional?

Nilai transaksi untuk penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2 ini tercatat sangat signifikan, yakni menyentuh angka Rp 49,9 triliun. Keputusan untuk melakukan pemisahan aset infrastruktur berskala besar ini tidak diambil secara sepihak, melainkan dirancang agar selaras dengan agenda strategis nasional yang lebih luas. Secara khusus, inisiatif korporasi yang dijalankan oleh Telkom ini berjalan beriringan dengan langkah Danantara Asset Management yang tengah berfokus menjalankan program konsolidasi aset-aset penting milik Badan Usaha Milik Negara atau BUMN di Indonesia.

Bagaimana riwayat pelaksanaan pemisahan infrastruktur ini dari tahap awal hingga tahap kedua?

Baca Juga

Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCA

Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCA

Proses pemisahan atau spin-off infrastruktur ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan transisi operasional berjalan dengan lancar. Sebelum merampungkan tahap kedua yang bernilai puluhan triliun rupiah ini, Telkom terlebih dahulu telah memberlakukan Spin-Off InfraCo Tahap 1. Pelaksanaan tahap pertama tersebut dinyatakan telah efektif berlaku terhitung sejak bulan Januari 2026. Keberhasilan fase awal ini menjadi landasan kuat sebelum perusahaan melanjutkan ke fase penyerahan aset berikutnya.

Aset infrastruktur apa saja yang dialihkan kepemilikannya ke dalam pengelolaan InfraNexia?

Pasca-selesainya transaksi pemisahan ini, InfraNexia memegang kepemilikan atas sebagian besar infrastruktur fisik jaringan. Secara akumulatif, perusahaan operasional ini akan memiliki lebih dari 90 persen dari total keseluruhan aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah kepemilikan langsung Telkom. Aset-aset yang dialihkan tersebut mencakup spektrum yang sangat luas, mulai dari jaringan akses yang menghubungkan langsung ke pengguna akhir atau pelanggan, jaringan tulang punggung utama atau core backbone, hingga berbagai fasilitas infrastruktur pendukung lainnya.

Seberapa besar volume dan jangkauan jaringan kabel serat optik yang dikelola oleh InfraNexia sekarang?

Skala infrastruktur yang kini berada di bawah kendali InfraNexia sangat masif. Perusahaan ini tercatat akan mengelola jaringan kabel serat optik dengan panjang total berkisar di angka 112.000 kilometer. Dari keseluruhan bentangan serat optik tersebut, di dalamnya mencakup sekitar 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut atau SKKL domestik. Jaringan kabel laut domestik ini membentang luas menghubungkan gugusan pulau di seluruh wilayah Indonesia, dengan panjang bentangan yang setara dengan hampir tiga kali lipat keliling planet bumi.

Baca Juga

Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Mamuju oleh 15 Pelaku

Penanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Mamuju oleh 15 Pelaku

Apa saja jenis aset bernilai tinggi milik TelkomGroup yang menjadi target utama program monetisasi ini?

Dalam mempercepat pilar unlock value dari strategi TLKM 30, TelkomGroup secara aktif mengarahkan fokusnya untuk melakukan monetisasi terhadap berbagai aset infrastruktur yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jenis aset bernilai tinggi yang menjadi sasaran utama dalam program optimalisasi dan monetisasi ini mencakup fasilitas pusat data atau data center, menara telekomunikasi atau tower, serta seluruh jaringan serat optik yang tersebar luas di berbagai wilayah operasional.

Bagaimana pengaruh langkah spin-off ini terhadap arah perkembangan struktur organisasi Telkom di masa depan?

Pelaksanaan inisiatif pemisahan unit bisnis infrastruktur ini memiliki dampak jangka panjang yang sangat signifikan terhadap model bisnis perusahaan induk. Langkah strategis ini secara langsung mendukung proses transisi Telkom untuk bergeser dari model operasional lama menuju peran baru sebagai strategic holding company atau perusahaan induk strategis. Di bawah kepemimpinan Dian Siswarini selaku Direktur Utama Telkom, transformasi korporasi ini diarahkan untuk menciptakan struktur bisnis yang lebih ramping, fokus, serta efisien dalam mengelola portofolio anak-anak usahanya demi kelangsungan bisnis digital di masa mendatang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNInfrastruktur DigitalTelkomInfraNexia

Berita Terbaru Lainnya

Sejarah Bisnis Sudono Salim, Peran Gunung Kawi dan Awal Mula Kemitraan BCAPenanganan Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Mamuju oleh 15 PelakuInsiden Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem 2026, Kronologi dan Penanganan TNI-PolriDiskon AC Split 1PK di Transmart Full Day Sale Agustus 2026Daftar Promo Elektronik Transmart Full Day Sale 9 Agustus 2026Persiapan Mengikuti Lelang Mobil Bekas dan Strategi PenawaranPeluang Bisnis Lokal di Tengah Lonjakan Transaksi QRIS yang Menembus Rp600 TriliunJalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Ditutup Sementara, Pengajuan Refund Dilakukan via WhatsApp

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026