tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan Publik
Beranda/Hukum & Kepatuhan Bisnis

Penyelidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan dan Puluhan Saksi

Wulan WijayaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 03.09 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyelidikan Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Kejagung Periksa Tujuh Perusahaan dan Puluhan Saksi
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Dunia usaha dan sektor korporasi di Indonesia perlu mencermati perkembangan penegakan hukum terkait tata kelola dan kepatuhan hukum perusahaan. Tindak pidana pencucian uang (TPPU) menjadi salah satu isu krusial yang dapat berdampak sistemik pada stabilitas ekonomi dan reputasi entitas bisnis. Baru-baru ini, institusi Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganBisnis DigitalKeuangan DigitalInvestasi & SahamDigital Economy & EarningFinansialInvestasi DigitalKeuanganLogistik & InfrastrukturDigital EconomyKeuangan PublikRegulasi PropertiEkonomi HijauKomunikasi BisnisHukum & BisnisKebijakan PublikEkonomiEkonomi Digital & Bisnis
Ekonomi
Ekonomi Digital & Bisnis
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global
Populer
(FA), sebagai tersangka. Penyelidikan ini berfokus pada aliran dana dan keterlibatan berbagai entitas bisnis dalam pusaran kasus tersebut.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak dan detail dari penanganan kasus ini bagi lanskap ekonomi digital dan bisnis, berikut adalah rangkuman informasi berbentuk tanya jawab mengenai langkah terbaru Kejaksaan Agung terhadap korporasi dan saksi-saksi terkait.

Bagaimana perkembangan terbaru penyelidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan Febrie Adriansyah?

Kejaksaan Agung terus memperluas cakupan penyelidikan dengan memeriksa tujuh perusahaan yang diduga memiliki kaitan erat dengan kasus tindak pidana pencucian uang yang menjerat tersangka Febrie Adriansyah. Langkah ini menunjukkan keseriusan penegak hukum dalam menelusuri jejak transaksi keuangan yang mencurigakan di lingkungan korporasi. Selain pemeriksaan terhadap ketujuh entitas bisnis tersebut, jaksa penyidik juga telah memeriksa puluhan saksi guna mengumpulkan keterangan yang valid dan memperkuat konstruksi hukum dari kasus TPPU ini.

Mengapa tujuh perusahaan tersebut diperiksa secara intensif oleh pihak Kejaksaan Agung?

Baca Juga

Penemuan Jenazah Bayi di Klinik Amalia Pondok Aren dan Penangkapan Pelaku

Penemuan Jenazah Bayi di Klinik Amalia Pondok Aren dan Penangkapan Pelaku

Ketujuh perusahaan yang saat ini sedang diperiksa oleh Kejaksaan Agung diduga kuat menggunakan jasa hukum yang berhubungan langsung dengan penanganan perkara di Jampidsus. Secara lebih spesifik, perusahaan-perusahaan ini disinyalir kuat memanfaatkan jasa hukum yang berkaitan erat dengan penanganan kasus hukum berskala besar di Indonesia, yaitu kasus Asabri dan Jiwasraya. Penyelidikan terhadap korporasi ini dilakukan secara mendalam untuk menelusuri apakah terdapat aliran dana gelap atau transaksi keuangan yang mengarah pada praktik tindak pidana pencucian uang.

Berapa banyak saksi yang sudah dimintai keterangan dalam proses penyidikan kasus pencucian uang ini?

Hingga saat ini, proses hukum terus berjalan secara intensif guna membongkar jaringan transaksi yang merugikan tersebut. Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung, Rudi Margono, pada Kamis, 30 Juli 2026, jaksa penyidik telah meminta keterangan dari total 24 orang saksi. Pemeriksaan terhadap puluhan saksi ini bertujuan untuk mendalami peran dari masing-masing pihak yang terlibat serta memastikan kejelasan aliran transaksi dari aktivitas jasa hukum yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang sedang diselidiki.

Apakah ada penetapan tersangka baru seiring dengan perkembangan penyelidikan kasus ini?

Baca Juga

Pelajaran Tata Kelola Bisnis dan Mitigasi Risiko dari Kasus Korupsi Asuransi Jasindo

Pelajaran Tata Kelola Bisnis dan Mitigasi Risiko dari Kasus Korupsi Asuransi Jasindo

Ya, Kejaksaan Agung telah menetapkan satu tersangka baru dalam pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang tersebut. Tersangka baru yang ditetapkan oleh pihak penyidik Kejaksaan Agung berinisial NH, yang merujuk pada nama Nurman Herin. Penetapan Nurman Herin sebagai tersangka dilakukan setelah para penyidik menemukan indikasi yang sangat kuat mengenai keterlibatannya dalam pusaran kasus dugaan TPPU yang menyeret nama mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Apa dasar hukum penetapan tersangka baru tersebut dan bagaimana status penahanannya saat ini?

Penetapan Nurman Herin sebagai tersangka didasarkan pada hasil evaluasi alat bukti yang dilakukan secara cermat oleh Tim 9. Tim tersebut mengevaluasi dan menemukan pemenuhan dua alat bukti yang sah untuk menetapkan Nurman Herin atas dugaan turut serta dalam tindak pidana pencucian uang. Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Nurman Herin langsung ditahan untuk menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan. Saat ini, yang bersangkutan ditahan di Rumah Tahanan Negara Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Rutan Kejari Jakarta Selatan).

Penyelidikan yang melibatkan entitas korporasi dan penggunaan jasa hukum ini menjadi catatan yang sangat penting bagi para pelaku industri, investor, dan profesional di Indonesia. Hal ini menekankan kembali pentingnya menjaga transparansi keuangan, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum dalam setiap transaksi bisnis. Proses hukum dipastikan masih akan terus berjalan seiring dengan pemeriksaan saksi-saksi tambahan dan analisis bukti-bukti baru oleh Kejaksaan Agung guna membersihkan sektor ekonomi dari praktik pencucian uang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Hukum BisnisKejaksaan AgungTPPUFebrie AdriansyahNurman HerinKepatuhan Korporasi

Berita Terbaru Lainnya

Optimalisasi Peluang Ekonomi Agribisnis dari Kebijakan Kebun Tebu Pabrik RafinasiStrategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKNPotensi Investasi dan Strategi Hilirisasi Migas di KEK Arun LhokseumaweIstilah Penting dalam Tren Konsumsi dan Operasional Pusat Perbelanjaan Saat IniKinerja Keuangan bank bjb, Laba Bersih Semester I 2026 Tumbuh 58,8 PersenMemahami Kualitas Kredit Perbankan Melalui Indikator Rasio Loan at RiskMengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Terbaru dari KAIEdukasi Batas Usia Pernikahan Kemenkum Sulbar, Upaya Mencegah Risiko Kemiskinan Baru

Paling Banyak Dibaca

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

Finance

Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026

30 Jul 2026

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

Ekonomi Digital

Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027

30 Jul 2026

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

Ekonomi & Bisnis

Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani Tebu

30 Jul 2026

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

Keamanan Digital

Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang Kerja

30 Jul 2026

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

Keuangan Digital

Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh Mandiri

30 Jul 2026

Strategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

Digital Economy & Earning

Strategi Memanfaatkan Peluang Bisnis dan Ekonomi Digital dari Proyek Kaltara Pendukung IKN

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Faktor Pendorong IHSG Melesat Lebih dari 1 Persen pada 30 Juli 2026Finance 路 30 Jul 2026
  2. 2Menyiasati Peluang Bisnis Daerah di Tengah Keterbatasan Fiskal dan Rencana Anggaran 2027Ekonomi Digital 路 30 Jul 2026
  3. 3Dampak Kebijakan Pengetatan Impor Gula Rafinasi terhadap Ekonomi Petani TebuEkonomi & Bisnis 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Mengenali Ancaman TPPO di Ekosistem Digital Saat Mencari Peluang KerjaKeamanan Digital 路 30 Jul 2026
  5. 5Panduan Bayar Tiket MRT Jakarta dengan Kartu Kredit Nirsentuh MandiriKeuangan Digital 路 30 Jul 2026
Ekonomi Lokal
Regulasi & Tata Kelola
Hukum & Regulasi
Ekonomi & Pembangunan
Ekonomi & Regulasi
Keamanan Data
Berita Lokal
Ekonomi Makro
Otomotif
Investasi & Keuangan
Nasional
Kebijakan Ekonomi
Infrastruktur
Layanan Publik
Transportasi & Bisnis
Ekonomi & Kebijakan Publik
Kesehatan Konsumen
Ekonomi Global

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap