tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Penyelidikan Temuan 995 Senjata dan Konflik Yayasan di Sekolah Jakarta Selatan

Wahyu SuryaniDiterbitkan 7 Agu 2026 - 15.15 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyelidikan Temuan 995 Senjata dan Konflik Yayasan di Sekolah Jakarta Selatan
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Aktivitas di lingkungan sekolah yang terletak di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kini menjadi perhatian publik setelah adanya penemuan ratusan pucuk senjata di gudang yayasan. Kepolisian segera bergerak cepat untuk menyelidiki temuan ini demi memastikan keamanan di area institusi pendidikan tersebut. Untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat dan wali murid, berikut adalah rangkuman tanya jawab lengkap mengenai kronologi kejadian, dampak terhadap kegiatan belajar-mengajar, hingga konflik internal yayasan yang melatarbelakangi peristiwa ini.

Bagaimana situasi kegiatan belajar-mengajar di sekolah setelah penemuan senjata tersebut?

Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh kegiatan belajar-mengajar di sekolah yang berlokasi di Jakarta Selatan ini tetap berjalan normal seperti biasa tanpa ada gangguan. Penemuan ratusan senjata di dalam area gudang sekolah tidak memengaruhi jalannya kurikulum pembelajaran maupun aktivitas harian para siswa dan guru. Keamanan di lingkungan sekolah tetap terjaga dengan kondusif sehingga para orang tua murid tidak perlu khawatir terhadap keselamatan anak-anak mereka selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Apa saja jenis barang yang ditemukan di dalam area yayasan sekolah tersebut?

Polres Metro Jakarta Selatan sedang menyelidiki temuan sebanyak 995 pucuk senjata yang terdiri atas airsoft gun hingga senjata api. Selain senjata-senjata tersebut, pihak sekolah yang berhasil membuka akses ke bekas ruangan kerja mantan ketua yayasan juga menemukan sejumlah barang terlarang lainnya. Barang-barang terlarang yang ditemukan di dalam ruangan tersebut meliputi zat narkotika serta 30 keping compact disk porno.

Baca Juga

Kebijakan Pajak China Atas Trust Offshore dan Reaksi Konglomerat

Kebijakan Pajak China Atas Trust Offshore dan Reaksi Konglomerat

Bagaimana kronologi penemuan senjata dan barang terlarang ini bisa terungkap?

Penemuan ini berawal dari adanya konflik internal yang terjadi di dalam kepengurusan yayasan sekolah tersebut. Perselisihan internal ini kemudian berujung pada keputusan untuk memberhentikan IWD dari jabatannya sebagai ketua yayasan. Setelah IWD resmi diberhentikan dari posisinya, pihak yayasan sekolah akhirnya mendapatkan akses untuk masuk dan memeriksa bekas ruangan kerja yang bersangkutan. Di dalam ruangan itulah mereka menemukan berbagai barang terlarang tersebut. Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan air gun dan senjata api di ruangan yayasan di Pondok Pinang tersebut. Segera setelah penemuan tersebut terjadi, Polres Jakarta Selatan langsung menerbitkan laporan polisi model A untuk menindaklanjuti kasus ini.

Apa penjelasan dari pihak perwakilan IWD mengenai keberadaan senjata tersebut?

Alhadid Endar Putra, yang bertindak sebagai kuasa hukum IWD sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, memberikan klarifikasi bahwa 995 pucuk senjata airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaannya. Menurut penjelasan Alhadid, senjata-senjata itu disimpan di dalam gudang sekolah karena berkaitan dengan rencana kerja sama program ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dengan pengurus yayasan sekolah yang sebelumnya pada tahun 2020. Alhadid juga mengklaim bahwa seluruh senjata tersebut memiliki dokumen resmi dan berizin, serta menyatakan bahwa dirinya telah memperlihatkan surat izin kepemilikan senjata tersebut kepada pihak kepolisian yang bertugas melakukan penyelidikan.

Baca Juga

Pemeriksaan Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah dan Temuan Aset Ratusan Miliar di Sentul

Pemeriksaan Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah dan Temuan Aset Ratusan Miliar di Sentul

Bagaimana tanggapan kepolisian dan kuasa hukum sekolah mengenai klaim ekstrakurikuler tersebut?

Pernyataan mengenai rencana program ekstrakurikuler menembak tersebut dibantah secara tegas oleh pihak kepolisian dan perwakilan hukum sekolah. AKP Joko Adi membantah klaim bahwa senjata-senjata yang ditemukan di gudang tersebut merupakan alat untuk mendukung program ekstrakurikuler di sekolah. Menurut AKP Joko Adi, sama sekali tidak ada kaitan antara senjata api yang ditemukan dengan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Senada dengan kepolisian, Hermawanto selaku penasihat hukum sekolah menyatakan bahwa berdasarkan informasi langsung dari para guru yang sudah lama mengajar di sekolah tersebut, pihak sekolah tidak pernah memiliki atau menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler menembak bagi para siswanya.

Apa konflik internal yang melatarbelakangi kasus ini dan bagaimana kelanjutan hukumnya?

Kasus penemuan senjata ini diduga kuat mencuat ke publik akibat adanya konflik yang terjadi di internal kepengurusan yayasan sekolah. Alhadid menduga bahwa persoalan ini mulai muncul ke permukaan setelah adanya pemberhentian secara sepihak terhadap pembina yayasan sekolah sebelumnya. Diketahui bahwa seorang pembina yayasan bernama Bu N telah menduduki posisi tersebut secara fisik sejak bulan April 2026. Perselisihan internal yayasan ini kini telah dibawa ke ranah hukum perdata melalui gugatan yang didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan perdata tersebut diajukan perihal pemberhentian pembina yayasan secara sepihak serta adanya dugaan penggunaan rekening pribadi untuk menampung dana yayasan. Di sisi lain, untuk kasus penemuan senjata, narkotika, dan CD porno, Polres Metro Jakarta Selatan terus melanjutkan proses penyelidikan guna memastikan keabsahan dokumen serta kepemilikan barang-barang terlarang tersebut.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Keamanan SekolahPolres Jakarta SelatanKonflik Yayasan

Berita Terbaru Lainnya

Kebijakan Pajak China Atas Trust Offshore dan Reaksi KonglomeratPemeriksaan Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah dan Temuan Aset Ratusan Miliar di SentulPanduan Penyesuaian Anggaran Harian, Dampak Pemangkasan Pajak Makanan Jepang Menjadi 1 PersenAlasan 11 Kementerian dan Lembaga Peraih Opini WTP 2025 Tetap Mendapat Catatan BPKDistribusi Beras SPHP ke Kabupaten Alor untuk Stabilisasi Harga PanganPerkembangan Teknologi Customer Engagement Berbasis AI di Pasar Digital IndonesiaPeluang Tender Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap untuk Penggantian Column Assy 11C-1Pertumbuhan Uang Primer Bank Indonesia Capai 17,1 Persen pada Juli 2026

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap