tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Aplikasi

Peran Besar Energi Topang Telekomunikasi dan Layanan Publik RI

Retno PurwantoDiterbitkan 15 Sep 2026 - 01.25 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Peran Besar Energi Topang Telekomunikasi dan Layanan Publik RI
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Aktivitas digital masyarakat dan keandalan layanan publik di Indonesia bertumpu erat pada pasokan listrik yang stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat proporsi penduduk usia lima tahun ke atas yang mengakses internet dalam rentang tiga bulan meningkat signifikan, dari 62,10 persen pada 2021 menjadi 72,78 persen pada 2024. Peningkatan penetrasi ini memperluas volume lalu lintas data yang harus ditopang oleh infrastruktur kelistrikan nasional secara terus-menerus.

Ketergantungan infrastruktur digital pada energi terlihat nyata baik di tingkat global maupun domestik. Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA), jaringan transmisi data dunia mengonsumsi sekitar 260 hingga 360 terawatt-hour (TWh) listrik pada 2022. Sementara itu, International Energy Agency (IEA) memperkirakan pusat data global menyerap sekitar 415 TWh listrik sepanjang 2024, yang setara dengan 1,5 persen dari total konsumsi listrik dunia.

Di dalam negeri, kebutuhan daya korporasi telekomunikasi mencerminkan tren serupa. Laporan operasional TelkomGroup menunjukkan konsumsi listrik mencapai 2.448.592.668 kWh atau sekitar 2,45 TWh sepanjang 2025. Angka konsumsi tersebut mengalami kenaikan dibandingkan realisasi tahun 2024 yang berada di level 2,39 TWh.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Lonjakan Kapasitas Pusat Data dan Kebutuhan Pasokan Listrik

Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia mencatat populasi pengguna internet di tanah air kini telah melampaui 212 juta orang. Skala pengguna yang besar ini membutuhkan dukungan komputasi yang memadai. Saat ini, Indonesia memiliki 185 pusat data dengan total kapasitas terpasang sebesar 274 megawatt (MW).

Pemerintah menargetkan ekspansi kapasitas pusat data melonjak hingga lebih dari 2.000 MW pada 2029 guna mengakomodasi transformasi digital dan integrasi layanan publik. Target ekspansi ini membawa implikasi langsung terhadap alokasi energi nasional.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara kalkulasi teknis, kapasitas pusat data sebesar 2.000 MW yang beroperasi penuh tanpa henti selama 24 jam membutuhkan pasokan energi teoritis sekitar 17,52 TWh per tahun. Jika dibandingkan dengan catatan penjualan listrik PT PLN (Persero) yang mencapai 317,69 TWh pada 2025, beban operasional pusat data tersebut setara dengan sekitar 5,5 persen dari total penjualan listrik nasional setahun. Ketersediaan dan keandalan pasokan listrik menjadi prasyarat mutlak agar sistem telekomunikasi dan operasional layanan publik berbasis digital tetap berjalan tanpa gangguan.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pusat DataInfrastruktur DigitalTelekomunikasi

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap