Insiden musibah pelayaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini memasuki babak baru pascakebakaran hebat pada Minggu, 2 Agustus. Kapal penyeberangan yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar tersebut diduga kuat telah karam setelah sempat terpantau dalam kondisi miring di titik kejadian. Kepastian mengenai dugaan tenggelamnya kapal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyusul hasil pemantauan udara dan laut yang tidak lagi menemukan keberadaan fisik armada di atas permukaan air laut.
Bagaimana kronologi awal terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II hingga diduga karam di perairan Sumenep?
KMP Mutiara Sentosa II dilaporkan mengalami peristiwa kebakaran hebat saat sedang berlayar mengangkut penumpang dari pelabuhan asal di Surabaya menuju destinasi akhir di Makassar. Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu, 2 Agustus, di kawasan perairan utara Sumenep, Pulau Madura. Pada hari pertama insiden terjadi hingga hari kedua pascakebakaran, yakni Senin, 3 Agustus, fisik KMP Mutiara Sentosa II sebenarnya masih terlihat mengapung di lokasi kejadian. Namun, kondisi kapal terpantau sudah berada dalam keadaan miring akibat dampak kerusakan dahsyat dari kobaran api. Kontak terakhir yang dilakukan oleh tim penolong terhadap KMP Mutiara Sentosa II tercatat melalui armada kapal penolong KN SAR 249 Permadi yang berada di lokasi penanganan bencana.
Mengapa keberadaan bangkai kapal KMP Mutiara Sentosa II tiba-tiba menghilang dari pandangan petugas?
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Hilangnya kontak visual terhadap badan kapal terjadi ketika armada KN SAR 249 Permadi terpaksa harus melakukan gerakan balik arah atau backtrack dari titik lokasi musibah. Langkah tersebut diambil oleh kru kapal penolong demi keselamatan para korban yang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa II untuk segera diantarkan ke daratan di Bangkalan. Tugas pengangkutan dan pengantaran korban selamat maupun meninggal dunia ini menjadi prioritas utama penanganan darurat saat itu. Namun, ketika kapal KN SAR 249 Permadi rampung menyelesaikan proses evakuasi ke Bangkalan dan kembali menuju titik koordinat kejadian yang telah ditentukan sebelumnya, petugas tidak lagi melihat fisik KMP Mutiara Sentosa II mengapung di atas permukaan laut.
Upaya pencarian udara apa saja yang telah dikerahkan oleh Basarnas dan tim gabungan?
Menindaklanjuti ketidakberadaan fisik kapal di permukaan laut, Basarnas merancang langkah konfirmasi dengan melakukan operasi penyisiran udara sebanyak dua kali penerbangan di atas titik koordinat terkait. Penerbangan pencarian pertama dilaksanakan dengan mengerahkan armada pesawat udara Casa C-212 milik TNI AL. Pesawat tersebut terbang menyisir area selama 2,5 jam mengaplikasikan pola pencarian berbentuk persegi yang disusun berdasarkan koordinat geografis insiden. Tidak hanya Basarnas dan TNI AL, tim kepolisian dari Polri juga turut mendukung operasi pencarian udara ini. Tim Polri menerjunkan helikopter jenis AW169 dan melakukan penyisiran udara selama dua hari berturut-turut. Meskipun serangkaian pemantauan udara intensif telah dijalankan oleh armada TNI AL maupun helikopter Polri, bangkai KMP Mutiara Sentosa II tetap tidak ditemukan mengapung di permukaan air.
Berapa jumlah total korban yang berhasil dievakuasi dari musibah KMP Mutiara Sentosa II?
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Proses pembaruan data evakuasi yang dirilis secara resmi oleh pihak Basarnas hingga Selasa, 4 Agustus, mencatat jumlah keseluruhan warga yang berhasil dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa II mencapai 238 orang. Angka tersebut mencakup para penumpang dan awak kapal yang berada di atas armada saat kebakaran menimpa pelayaran laut tersebut. Dari total 238 orang yang berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan, terdapat lima orang di antaranya yang dinyatakan meninggal dunia. Seluruh korban yang selamat telah mendapatkan pertolongan medis dan penanganan evakuasi ke daratan melalui jalur pelayaran SAR.
Bagaimana status terkini dari operasi SAR penanganan KMP Mutiara Sentosa II dan langkah lanjutannya?
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengumumkan penutupan resmi operasi SAR khusus penanganan kedaruratan untuk KMP Mutiara Sentosa II pada Selasa, 4 Agustus. Setelah tahap tanggap darurat evakuasi korban dinyatakan selesai dan fisik kapal diduga kuat sudah karam di dasar laut, penanganan musibah ini dialihkan. Status penanganan resmi ditransfer ke dalam operasi rutin, yaitu berupa operasi kesiap-siagaan yang berada di bawah kendali komando Kepala Kantor SAR Surabaya. Melalui pengalihan status ini, Kantor SAR Surabaya memegang wewenang untuk menjalankan pemantauan rutin dan kesiapsiagaan apabila ditemukan perkembangan situasi atau laporan baru di wilayah perairan tersebut.






