Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Universitas Bina Nusantara (BINUS) menyelenggarakan program pelatihan bagi pelatih atau training of trainers mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pelatihan yang berlangsung di BINUS Kampus Kijang, Palmerah, Jakarta Barat tersebut disiapkan untuk melatih personel kepolisian agar mampu membekali masyarakat luas dalam memanfaatkan kecerdasan buatan secara aman.
Sebelum memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, para personel kepolisian terlebih dahulu dibekali pemahaman menyeluruh mengenai kecerdasan buatan serta berbagai tantangan yang menyertainya. Pemahaman tersebut mencakup ancaman hoaks, perundungan siber (cyberbullying), penipuan daring, hingga bentuk-bentuk penyalahgunaan teknologi lainnya di ruang digital.
Wakaposko Presisi Brigjen Boro Windu menyampaikan bahwa calon pelatih tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dibekali kemampuan praktis untuk mengenali dan melawan hoaks, melakukan pendampingan, serta mempraktikkan metode mengajar. Seluruh rangkaian materi pembelajaran ini didukung oleh buku panduan khusus yang telah disiapkan sebagai acuan materi bagi para instruktur.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menurut Boro, penyusunan standar dan pemahaman yang seragam menjadi modal utama para pelatih saat terjun ke lapangan. Dengan adanya acuan yang setara, personel kepolisian dapat menyampaikan informasi yang seragam dan tepat sasaran kepada para pelajar serta masyarakat luas, termasuk langkah konkret menghindari hoaks dan mengantisipasi aneka ancaman digital.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa program edukasi AI ini bertujuan memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendampingi kalangan pelajar agar dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Budi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kepolisian, kalangan akademisi, pihak sekolah, keluarga, dan seluruh lapisan masyarakat. Sinergi ini dinilai krusial guna membangun ruang digital yang lebih sehat dan aman, sekaligus memastikan lompatan teknologi kecerdasan buatan mampu memberikan dampak serta manfaat positif bagi publik.






