tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Pertikaian di KM Jemi Indah 08 Berujung Pembakaran Kapal di Perairan Aru

Ance ManoppoDiterbitkan 8 Agu 2026 - 14.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pertikaian di KM Jemi Indah 08 Berujung Pembakaran Kapal di Perairan Aru
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Konflik di lingkungan kerja maritim sering kali membawa dampak fatal bagi keselamatan operasional pelayaran komersial. Kasus pembakaran kapal penangkap cumi KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru, Maluku, menjadi contoh nyata bagaimana perselisihan antara nakhoda dan anak buah kapal (ABK) dapat membahayakan puluhan nyawa pekerja. Insiden yang dipicu oleh teguran disiplin ini berujung pada aksi perusakan yang menghanguskan fasilitas kapal dan memaksa puluhan awak menyelamatkan diri. Untuk memahami lebih dalam mengenai detail peristiwa ini, berikut adalah rangkuman informasi dalam bentuk tanya jawab.

Apa penyebab utama terjadinya pembakaran kapal KM Jemi Indah 08 di Perairan Aru?

Peristiwa pembakaran kapal penangkap cumi yang dilaporkan terjadi pada Jumat (7/8) ini bermula dari ketegangan antara nakhoda kapal, Hariadi Supriadi, dengan salah satu anak buah kapal. Kejadian ini berlangsung saat kapal sedang berlayar bersama rombongan kapal penangkap cumi dari Pelabuhan Bali menuju Perairan Aru. Pemicu utama aksi nekat ini adalah rasa tidak terima dari sang ABK setelah ditegur oleh nakhoda karena mengemudikan kapal secara ugal-ugalan. Tindakan emosional dari pelaku langsung mengancam keselamatan seluruh awak yang sedang bekerja di kapal tersebut.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Bagaimana kronologi perselisihan antara nakhoda Hariadi Supriadi dan pelaku sebelum pembakaran terjadi?

Baca Juga

Danantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group untuk Ekspansi Ekosistem Protein

Danantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group untuk Ekspansi Ekosistem Protein

Sebelum insiden pembakaran terjadi, Hariadi Supriadi sempat meminta seorang ABK menggantikan posisinya memegang kemudi karena ia ingin pergi ke toilet. Saat berada di dalam toilet, Hariadi merasakan pergerakan kapal yang tidak wajar, di mana kapal melaju dengan goyah dan terus berbelok. Usai keluar dari toilet, nakhoda lantas menegur keras ABK yang diserahi tanggung jawab tersebut. Karena tidak terima dimarahi, ABK tersebut menerobos masuk ke ruang istirahat nakhoda lalu menyulut api pada kasur yang ada di dalamnya hingga memicu kebakaran besar.

Langkah apa saja yang diambil oleh awak kapal lainnya untuk mengatasi kebakaran tersebut?

Ketika api mulai berkobar dari kamar nakhoda, situasi operasional di atas KM Jemi Indah 08 langsung berubah menjadi panik. Para ABK yang berada di atas kapal sempat berupaya keras untuk memadamkan api yang cepat menjalar. Salah satu upaya yang mereka lakukan adalah menghancurkan kaca pada jendela ruang kemudi dengan harapan dapat menekan laju penyebaran api di dalam ruangan. Sayangnya, upaya pemadaman tersebut tidak berhasil menjinakkan api yang terus membesar. Karena kondisi kapal yang sudah tidak aman lagi, para pekerja akhirnya memutuskan untuk terjun bersama-sama ke perairan demi mempertahankan nyawa.

Bagaimana nasib para awak kapal yang melompat ke laut dan bagaimana proses penyelamatan mereka?

Baca Juga

Langkah Nyata Mentan Amran Atasi Lonjakan Harga Beras di Alor Setelah Dialog Undip

Langkah Nyata Mentan Amran Atasi Lonjakan Harga Beras di Alor Setelah Dialog Undip

Dari total 33 orang yang tercatat berada di atas KM Jemi Indah 08 saat insiden pembakaran terjadi, sebanyak 32 orang dilaporkan berhasil selamat dari maut. Setelah terapung di laut pasca meninggalkan kapal yang terbakar, para korban selamat ini kemudian dievakuasi oleh kapal lain yang berada di sekitar lokasi kejadian, yaitu KM Harapan Makmur 01. Kapal penolong ini berhasil mengangkut para awak yang terapung dan menyelamatkan mereka. Proses evakuasi ini berjalan dengan baik berkat kesigapan awak kapal penangkap ikan lain yang melintas di wilayah perairan tersebut.

Siapa korban yang dilaporkan hilang dan bagaimana penanganan dari otoritas setempat?

Dalam laporan penyelamatan pasca-kejadian, terdapat satu orang korban yang dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Kepala Pos SAR Dobo, Gleen Tehupuring, mengonfirmasi bahwa satu-satunya korban yang hilang dalam peristiwa ini adalah pelaku pembakaran kapal itu sendiri. Hingga kini, proses pencarian terhadap pelaku yang hilang di Perairan Aru tersebut masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Pihak Pos SAR Dobo bersama instansi terkait terus memantau situasi untuk mengumpulkan informasi mengenai keberadaan pelaku pasca-kejadian yang membahayakan puluhan nyawa rekan kerjanya tersebut.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KM Jemi Indah 08Perairan AruKecelakaan KapalPos SAR Dobo

Berita Terbaru Lainnya

Danantara Kucurkan Investasi 2,5 Miliar Dolar AS ke JBS Group untuk Ekspansi Ekosistem ProteinLangkah Nyata Mentan Amran Atasi Lonjakan Harga Beras di Alor Setelah Dialog UndipSiasat Residivis Pembobol Kotak Amal di Bogor dan Rekam Jejak KejahatannyaBAZNAS Salurkan Bantuan Ekonomi Rp871 Juta untuk Zmart dan Santripreneur di GresikDanantara Pangkas 274 Entitas BUMN dalam Program TransformasiCara Raditya Dika Memilih Pasta Gigi untuk Menunjang Profesi Kreator KontenCara Meningkatkan Produksi Sayuran dengan Benih Tahan Hama dan Cuaca EkstremHarga Emas Antam Akhir Pekan dan Dampak Pajak Transaksinya

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap