Peristiwa tragis mengguncang kawasan Legian, Bali, setelah seorang warga negara Australia bernama Damien John Shaw nekat menghabisi nyawa kedua anaknya sebelum ditemukan tewas gantung diri di kediaman mereka pada Minggu (13/9). Polisi mengonfirmasi korban tewas meliputi anak laki-laki Shaw yang berusia enam tahun dan anak perempuannya yang berusia empat tahun.
Sebelum tragedi tersebut terjadi, pria kelahiran Fremantle yang telah puluhan tahun menetap di Bali ini dilaporkan mengalami serangkaian perubahan drastis pada kondisi fisik maupun kehidupannya.
Perubahan Fisik dan Riwayat Hidup
Tania Dagnall, sahabat Shaw asal Bunbury yang telah mengenalnya selama 11 tahun, mengungkapkan adanya perbedaan mencolok saat bertemu dengan pria yang akrab disapa Damo itu di Bali sekitar tiga bulan lalu. Dagnall menuturkan kondisi tubuh Shaw terlihat kurus kering dibandingkan sebelumnya.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di masa lalu, Shaw bekerja sebagai pelaut di industri minyak dan gas dengan sistem rotasi kerja jarak jauh (fly-in, fly-out atau FIFO). Shaw kemudian memutuskan pensiun dari pekerjaan tersebut agar bisa menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Selama masa hidupnya, ia memiliki sejumlah aset properti di Perth serta Jepang, yang kerap ia gunakan sebagai tempat singgah saat bermain seluncur salju.
Kawan-kawannya juga mencatat perubahan besar dalam gaya hidup Shaw ketika berpindah agama saat menikahi istrinya sekitar tujuh tahun lalu. Sejak memasuki pernikahan yang telah berjalan lebih dari enam tahun tersebut, Shaw diketahui telah berhenti total mengonsumsi minuman beralkohol dan menjauhi obat-obatan terlarang.
Konflik Rumah Tangga dan Masalah Kecemasan
Kendati sempat mengubah pola hidupnya, rumah tangga Shaw bersama istrinya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) kerap diwarnai ketidakharmonisan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo D. Simatupang di Mapolda Bali membenarkan bahwa pasangan tersebut sempat mengalami cekcok rumah tangga pada 2022. Keterangan dari pihak istri menunjukkan keduanya hampir memutuskan untuk bercerai pada tahun tersebut. Namun, gugatan cerai urung dilakukan karena kekhawatiran bahwa perpisahan dapat memicu kambuhnya gangguan kecemasan tingkat tinggi yang diderita Shaw.
Tekanan mental tersebut berujung fatal. Sebelum aksi pembunuhan terhadap kedua anaknya dan tindakan bunuh diri pada pertengahan September, Shaw dilaporkan sempat melakukan percobaan bunuh diri sekitar satu bulan sebelumnya dengan melilitkan kabel setrika di bagian leher.






