Sebuah perayaan tradisi desa di wilayah Santa Maria Canchesda, Temascalcingo, Meksiko tengah, berujung petaka. Ledakan kembang api berdaya hancur tinggi menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai sekitar 60 orang lainnya pada Sabtu lalu.
Peristiwa nahas bermula saat warga menggelar arak-arakan ritual tradisional yang melibatkan patung banteng jerami. Saat prosesi berlangsung, kembang api yang menyembur dari patung tersebut menyambar tempat penyimpanan kembang api di gereja desa setempat. Sambaran itu memicu ledakan susulan yang jauh lebih masif.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dampak Ledakan dan Penanganan Otoritas
Kekuatan ledakan dilaporkan merobohkan sejumlah dinding bangunan di sekitar lokasi, sementara kobaran api dengan cepat merambat ke area alun-alun kota. Keuskupan wilayah Atlacomulco mengonfirmasi bahwa dua orang imam turut menjadi korban luka, meski kondisi keduanya dilaporkan stabil dan tidak berada dalam situasi kritis.
Hingga kini, Kantor Kejaksaan Agung Meksiko telah membuka penyelidikan resmi di lokasi kejadian guna memastikan urutan peristiwa dan kelalaian teknis terkait penanganan bahan peledak tersebut.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Insiden serupa bukan kali pertama terjadi di Meksiko. Pada Juli 2018, ledakan di pabrik kembang api kawasan Tultepec menewaskan 24 orang, setelah sebelumnya peristiwa serupa di pasar kembang api wilayah yang sama merenggut 42 korban jiwa pada 2016.






