Otoritas pajak Amerika Serikat, Internal Revenue Service (IRS), meningkatkan upaya penagihan terhadap sejumlah korporasi multinasional yang mengalihkan laba ke yurisdiksi bertarif pajak rendah. Langkah penegakan hukum ini mengincar praktik rekayasa transaksi internal (transfer pricing) yang diperkirakan menghemat beban pajak korporasi setidaknya US$11 miliar sepanjang 2025, menurut kalkulasi kelompok advokasi FACT Coalition.
Sengketa perpajakan ini kian memanas setelah Presiden Donald Trump memutuskan menarik AS keluar dari kesepakatan pajak global pada hari pertamanya kembali menjabat. Tanpa konsensus multilateral tersebut, IRS mengandalkan instrumen audit domestik yang jalurnya telah dirintis sejak era pemerintahan Barack Obama.
Deretan Raksasa Korporasi yang Terjerat Sengketa
Sejumlah nama besar di sektor kesehatan, bioteknologi, hingga teknologi informasi tercatat sedang menghadapi pemeriksaan IRS. Pada Mei 2026, perusahaan asuransi UnitedHealth mengumumkan bahwa otoritas pajak mempersoalkan laba yang dialokasikan ke anak usaha luar negeri atas dugaan kekurangan bayar pajak domestik. Pemeriksaan serupa juga menyasar raksasa media sosial Meta serta produsen bioteknologi Amgen, yang pada Juli lalu menyelesaikan gugatan dari investor terkait pengungkapan risiko sengketa pajaknya.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kasus bernilai paling signifikan tercatat pada sengketa melawan Coca-Cola. Pada 2015, IRS awalnya melayangkan tagihan kekurangan pajak senilai US$3,3 miliar untuk tahun pajak 2007 hingga 2009 atas transfer keuntungan dari aset tak berwujud ke luar negeri. Karena sengketa berlanjut di pengadilan sementara skema serupa tetap berjalan, nilai perselisihan tersebut membengkak hingga mencapai US$20 miliar.
Coca-Cola berargumen alokasi labanya telah merujuk pada perjanjian yang disepakati dengan IRS sejak 1996. Meski demikian, hingga Juli 2026 korporasi minuman ini baru mencadangkan dana sekitar US$530 juta, jauh di bawah potensi kewajiban pajak yang dapat menembus US$14 miliar jika putusan akhir memenangkan pemerintah.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dominasi Aset Tak Berwujud dan Taruhan Ratusan Miliar Dolar
Steven Wrappe dari firma akuntansi Grant Thornton mengestimasi pemerintah AS berpeluang menarik penerimaan hingga US$100 miliar jika IRS berhasil memenangkan perkara-perkara besar tersebut, memperhitungkan denda dan akumulasi bunga. Nilai pemulihan kas itu setara dengan sekitar seperlima dari total penerimaan pajak penghasilan badan AS pada 2025.
Pergeseran struktur valuasi perusahaan modern menjadi pemicu utama meluasnya perselisihan transfer pricing. Berdasarkan data firma penasihat Ocean Tomo, porsi aset tak berwujud terhadap total nilai korporasi dalam indeks S&P 500 melesat dari 17% pada 1975 menjadi 92% pada 2025. Tingginya ketergantungan pada hak paten, perangkat lunak, dan merek dagang memudahkan perusahaan memindahkan hak kepemilikan intelektual ke anak usaha di negara suaka pajak guna menekan kewajiban fiskal di negara asal.






