tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Global

Petugas Pajak Kejar Perusahaan Multinasional Soal Transfer Pricing

Sri NugrohoDiterbitkan 5 Sep 2026 - 05.14 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Petugas Pajak Kejar Perusahaan Multinasional Soal Transfer Pricing
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Otoritas pajak Amerika Serikat, Internal Revenue Service (IRS), meningkatkan upaya penagihan terhadap sejumlah korporasi multinasional yang mengalihkan laba ke yurisdiksi bertarif pajak rendah. Langkah penegakan hukum ini mengincar praktik rekayasa transaksi internal (transfer pricing) yang diperkirakan menghemat beban pajak korporasi setidaknya US$11 miliar sepanjang 2025, menurut kalkulasi kelompok advokasi FACT Coalition.

Sengketa perpajakan ini kian memanas setelah Presiden Donald Trump memutuskan menarik AS keluar dari kesepakatan pajak global pada hari pertamanya kembali menjabat. Tanpa konsensus multilateral tersebut, IRS mengandalkan instrumen audit domestik yang jalurnya telah dirintis sejak era pemerintahan Barack Obama.

Deretan Raksasa Korporasi yang Terjerat Sengketa

Sejumlah nama besar di sektor kesehatan, bioteknologi, hingga teknologi informasi tercatat sedang menghadapi pemeriksaan IRS. Pada Mei 2026, perusahaan asuransi UnitedHealth mengumumkan bahwa otoritas pajak mempersoalkan laba yang dialokasikan ke anak usaha luar negeri atas dugaan kekurangan bayar pajak domestik. Pemeriksaan serupa juga menyasar raksasa media sosial Meta serta produsen bioteknologi Amgen, yang pada Juli lalu menyelesaikan gugatan dari investor terkait pengungkapan risiko sengketa pajaknya.

Baca Juga

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kasus bernilai paling signifikan tercatat pada sengketa melawan Coca-Cola. Pada 2015, IRS awalnya melayangkan tagihan kekurangan pajak senilai US$3,3 miliar untuk tahun pajak 2007 hingga 2009 atas transfer keuntungan dari aset tak berwujud ke luar negeri. Karena sengketa berlanjut di pengadilan sementara skema serupa tetap berjalan, nilai perselisihan tersebut membengkak hingga mencapai US$20 miliar.

Coca-Cola berargumen alokasi labanya telah merujuk pada perjanjian yang disepakati dengan IRS sejak 1996. Meski demikian, hingga Juli 2026 korporasi minuman ini baru mencadangkan dana sekitar US$530 juta, jauh di bawah potensi kewajiban pajak yang dapat menembus US$14 miliar jika putusan akhir memenangkan pemerintah.

Baca Juga

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dominasi Aset Tak Berwujud dan Taruhan Ratusan Miliar Dolar

Steven Wrappe dari firma akuntansi Grant Thornton mengestimasi pemerintah AS berpeluang menarik penerimaan hingga US$100 miliar jika IRS berhasil memenangkan perkara-perkara besar tersebut, memperhitungkan denda dan akumulasi bunga. Nilai pemulihan kas itu setara dengan sekitar seperlima dari total penerimaan pajak penghasilan badan AS pada 2025.

Pergeseran struktur valuasi perusahaan modern menjadi pemicu utama meluasnya perselisihan transfer pricing. Berdasarkan data firma penasihat Ocean Tomo, porsi aset tak berwujud terhadap total nilai korporasi dalam indeks S&P 500 melesat dari 17% pada 1975 menjadi 92% pada 2025. Tingginya ketergantungan pada hak paten, perangkat lunak, dan merek dagang memudahkan perusahaan memindahkan hak kepemilikan intelektual ke anak usaha di negara suaka pajak guna menekan kewajiban fiskal di negara asal.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap