Sebaran abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai memicu dampak kesehatan bagi warga di wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Menyikapi situasi tersebut, Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS) meminta pemerintah memperkuat mitigasi dan memastikan perlindungan menyeluruh bagi masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan.
Ketua DPP PKS yang juga merupakan anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menegaskan bahwa penanganan erupsi Gunung Anak Krakatau harus dipandang dari sisi kesehatan masyarakat selain aspek kebencanaan semata. Pemerintah dinilai perlu menjamin langkah proteksi yang memadai dari paparan abu vulkanik yang melayang di udara pemukiman.
Perlindungan Khusus bagi Kelompok Berisiko
Netty menyoroti bahwa perlindungan kelompok rentan menuntut perhatian yang lebih terarah dan spesifik. Kelompok yang menjadi prioritas utama mencakup anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, penyandang disabilitas, serta masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menurutnya, langkah mitigasi terhadap paparan partikel abu vulkanik tidak cukup hanya dengan membagikan masker kepada warga. Kelompok rentan memiliki kebutuhan proteksi yang lebih khusus sehingga memerlukan intervensi kesehatan yang lebih terukur agar risiko perburukan kondisi tubuh dapat diminimalkan.
Pemerintah juga didorong untuk rutin merilis informasi yang jelas dan transparan mengenai kualitas udara, level risiko paparan, serta panduan perlindungan yang harus dipatuhi masyarakat. Netty mengingatkan agar instansi-instansi berwenang saling mengintegrasikan data terkait aktivitas vulkanik, arah persebaran abu, dan tindak lanjut medis. Keterpaduan data antarlembaga dinilai penting agar masyarakat tidak menerima informasi yang terfragmentasi di tengah kondisi darurat.
Kasus ISPA Mulai Meningkat di Pandeglang
Dampak paparan abu vulkanik di lapangan telah mencatatkan puluhan kasus gangguan kesehatan. Di Kecamatan Labuan, Pandeglang, puluhan warga mulai mendatangi fasilitas kesehatan untuk memeriksakan keluhan pada saluran pernapasan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Berdasarkan data dari Kepala Puskesmas Labuan, Sri Rejeki, tercatat sebanyak 51 orang datang berobat akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga Selasa (8/9) pukul 13.00 WIB. Selain kasus ISPA, fasilitas kesehatan tersebut juga mencatat 4 orang pasien yang berobat dengan keluhan diare.
Seluruh pasien yang mengalami gangguan pernapasan dan diare tersebut dipastikan telah mendapatkan penanganan medis secara rawat jalan tanpa ada yang membutuhkan perawatan inap di puskesmas.






