Polda Bengkulu melakukan autopsi dan pemeriksaan DNA terhadap sesosok mayat pria yang ditemukan di kawasan pesisir Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu. Pemeriksaan forensik ini dilakukan untuk mencocokkan identitas jenazah dengan rombongan lima jurnalis yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di sekitar perairan Anak Krakatau.
Jenazah tanpa identitas tersebut awalnya ditemukan warga di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano. Temuan jenazah itu kemudian dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu pada Sabtu (12/9) sore. Setelah proses penemuan tersebut, jenazah dievakuasi dari Pulau Enggano menuju Polda Bengkulu menggunakan pesawat terbang untuk menjalani proses autopsi oleh tim kedokteran kepolisian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal kepolisian, jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut diperkirakan berusia di atas 50 tahun dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan memiliki warna kulit biasa. Selain itu, kondisi fisik jenazah menunjukkan kerusakan pada bagian wajah.
Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil pencocokan sampel DNA antara jenazah temuan di Pulau Enggano tersebut dengan sampel DNA yang telah diambil dari pihak keluarga rombongan yang hilang kontak. Rombongan yang dilaporkan hilang kontak di kawasan Anak Krakatau diketahui menggunakan kapal speedboat Arupadhatu, dengan total penumpang sebanyak delapan orang yang terdiri dari lima orang jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan satu orang pemandu (guide).
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sebelum penemuan jenazah di Pulau Enggano, tim SAR dalam operasi pencarian sempat menemukan sejumlah barang berupa life jacket (rompi pelampung), galon air, dan helm di wilayah perairan. Namun, setelah dilakukan proses identifikasi lebih lanjut, pihak kepolisian memastikan bahwa barang-barang temuan tersebut bukan milik rombongan kapal speedboat Arupadhatu yang membawa para jurnalis beserta awak kapal. Kepolisian terus melanjutkan proses identifikasi ilmiah guna memastikan identitas jenazah secara akurat.






