Polda Banten memastikan bahwa jenazah yang ditemukan mengambang di Kali Teratai, Kota Cilegon, Banten, bukan merupakan bagian dari rombongan kapal jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Penegasan ini disampaikan pihak kepolisian guna meluruskan informasi yang beredar terkait operasi pencarian rombongan peliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan bahwa jasad tersebut telah teridentifikasi sebagai seorang pria berinisial EM. Kepastian tersebut diperoleh setelah pihak keluarga korban datang langsung dan memberikan keterangan resmi kepada pihak kepolisian.
Kombes Maruli Ahiles Hutapea menegaskan bahwa EM dipastikan bukan penumpang maupun bagian dari rombongan speed boat yang mengalami hilang kontak (lost contact) di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Oleh karena itu, kepolisian mengimbau masyarakat luas agar tidak mengaitkan penemuan mayat di Kali Teratai ini dengan delapan orang yang saat ini masih dalam proses pencarian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Hingga saat ini, aparat mencatat masih ada delapan orang yang belum ditemukan pascainsiden hilang kontak tersebut, termasuk di antaranya lima orang jurnalis. Polda Banten bersama tim SAR gabungan terus berupaya menggelar operasi pencarian secara intensif untuk menemukan rombongan speed boat tersebut di wilayah perairan Selat Sunda.
Penemuan jenazah EM bermula ketika warga setempat melihat sesosok mayat mengapung di aliran Kali Teratai atau Kali Terate. Pihak kepolisian kemudian menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.30 WIB atau sekitar jam setengah lima sore. Menindaklanjuti laporan warga tersebut, petugas kepolisian bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi jenazah.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kapolsek Kramatwatu Kompol Bai Ma'mun turut mengonfirmasi kabar penemuan mayat di Kali Terate tersebut dan membenarkan bahwa jajarannya menerima informasi sekitar pukul 16.30 WIB sebelum bergerak mengevakuasi korban.






