Tim SAR gabungan mengidentifikasi bahwa temuan rompi pelampung atau life jacket di perairan Selat Sunda bukan merupakan perlengkapan milik kapal yang ditumpangi rombongan jurnalis. Kepastian tersebut diperoleh setelah tim SAR gabungan melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap barang temuan di lapangan.
Operasi pencarian ini digelar untuk menyisir dan melacak keberadaan delapan korban yang hilang di laut, yang terdiri dari lima orang jurnalis dan tiga orang kru kapal. Hingga saat ini, kapal yang mereka tumpangi yakni kapal Aru Padatu 1 masih belum ditemukan di perairan tersebut.
Hasil Pemeriksaan Temuan di Laut
Sebelumnya, pada hari ketiga pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, kapal tim KAL Anyer menemukan sebuah jaket pelampung berwarna oranye dan satu buah botol tabung berwarna putih. Barang-barang tersebut terapung di lokasi sekitar 7,05 nautical mile di sisi barat Anyer.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, benda-benda tersebut dipastikan bukan milik maupun alat keselamatan dari kapal Aru Padatu 1. Pemilik kapal bernama Sandi, yang memiliki dua unit kapal yakni Aru Padatu 1 dan Aru Padatu II, menyatakan bahwa kapalnya tidak menggunakan life jacket dengan model dan warna seperti yang ditemukan tim pencari.
Keterangan tersebut diperkuat oleh hasil analisis video yang dilakukan oleh petugas. Rekaman video menunjukkan bahwa rombongan jurnalis menggunakan life jacket dengan warna yang berbeda dan bukan berwarna oranye.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani menjelaskan bahwa satu buah life jacket yang ditemukan tidak memiliki identitas khusus. Menurutnya, temuan life jacket tanpa identitas serta botol tabung putih tersebut merupakan perlengkapan yang masih umum digunakan oleh nelayan, sehingga tidak bisa langsung dinyatakan berkaitan dengan barang milik para korban.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pembagian Sektor Pencarian pada Hari Keempat
Memasuki hari keempat, operasi pencarian terhadap delapan orang korban yang hilang terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan tetap menggelar tindakan pencarian dan pemantauan secara langsung di sekitar tempat kejadian perkara di perairan Selat Sunda.
Aktivitas penyisiran pada hari keempat dilakukan dengan menerapkan pembagian beberapa sektor pencarian. Pembagian sektor area kerja tersebut telah ditentukan oleh Basarnas Provinsi guna mempermudah koordinasi dan memaksimalkan operasi penelusuran lima jurnalis serta tiga kru kapal yang masih berjalan.






