Polda Banten memastikan bahwa serangkaian benda yang ditemukan tim SAR gabungan di perairan Selat Sunda bukan milik lima jurnalis dan tiga kru kapal yang dilaporkan hilang. Temuan barang-barang tersebut telah melalui proses verifikasi dan pencocokan bersama pemilik kapal KM Arupadhatu 1.
Sebelumnya, tim SAR menemukan sejumlah benda pada Kamis (10/9) serta menyisir temuan tambahan pada pencarian hari kelima, Sabtu (12/9). Namun, hasil identifikasi kepolisian menunjukkan barang-barang terapung tersebut tidak berasal dari kapal yang membawa rombongan jurnalis.
Hasil Verifikasi Temuan Benda di Laut
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa jenis barang yang dievakuasi dari laut, meliputi pelampung, jeriken, dan helm.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna oranye bertuliskan 'MILLES II' dinyatakan bukan milik kapal karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan 'MILLES II'," ujar Maruli.
Perbedaan serupa juga ditemukan pada jeriken yang diangkat oleh petugas. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 memiliki ciri fisik berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, polos, dan bertutup putih. Sebaliknya, jeriken yang dievakuasi tim SAR berkapasitas 35 liter, berwarna biru tua, berbentuk panjang, memiliki tutup hitam, serta terdapat tulisan di bodinya.
Selain itu, tim pencari juga mendapati satu buah helm plastik berwarna merah di area pencarian. Maruli menegaskan helm tersebut dipastikan bukan inventaris rombongan, mengingat KM Arupadhatu 1 tidak pernah menyediakan maupun membawa perlengkapan helm jenis tersebut.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kronologi Hilangnya Rombongan di Selat Sunda
Sebanyak lima jurnalis bersama tiga awak kapal dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9). Rombongan tersebut semula berlayar mendekat ke kawasan Gunung Anak Krakatau yang saat itu tengah mengalami erupsi besar hingga memicu sebaran abu vulkanik ke sejumlah provinsi di sekitarnya.
Dengan terbuktinya bahwa temuan pelampung, jeriken, dan helm bukan milik KM Arupadhatu 1, kepolisian bersama tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian di sekitar perairan Selat Sunda untuk melacak keberadaan seluruh korban.






