Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan kombinasi teknologi deteksi udara, armada modifikasi medan berat, hingga rekayasa tata air gambut untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di wilayah Kalimantan Tengah. Langkah terpadu ini difokuskan guna mempercepat pemadaman titik api sekaligus memitigasi dampak asap pekat yang menyelimuti sejumlah kawasan.
Kondisi karhutla di Kalimantan Tengah saat ini diperparah oleh fenomena El Nino kuat sepanjang Agustus hingga September, yang mendorong tingkat kekeringan mendekati level ekstrem. Berdasarkan data terkini penanganan karhutla di provinsi tersebut, tercatat akumulasi sebanyak 107.309 titik panas (hotspot), 2.819 titik api (firespot), serta luasan area terbakar yang telah mencapai 9.228,04 hektare. Konsentrasi titik api paling masif ditemukan di wilayah Kotawaringin Timur, sementara Indeks Standar Pencemaran Udara (AQI) di Kota Palangka Raya sempat menyentuh angka 3.242 dan masuk kategori Sangat Berbahaya.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meninjau langsung kesiapan operasional Posko Induk Penanganan Karhutla Polda Kalimantan Tengah di Palangka Raya pada Jumat (11/9). Dalam keterangannya pada Sabtu (12/9/2026), ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana karhutla memerlukan usaha maksimal lintas sektor karena merupakan tanggung jawab bersama.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dukungan Drone Termal dan Kendaraan Taktis
Untuk mengatasi hambatan jarak pandang akibat asap tebal di lapangan, kepolisian memanfaatkan drone thermal guna memetakan dan melacak koordinat sumber panas yang tersembunyi secara kasatmata. Penetrasi menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau didukung oleh 12 unit kendaraan double cabin bertangki air, 14 unit sepeda motor modifikasi, serta satu unit armada all-terrain vehicle (ATV).
Aspek keselamatan personel pemadam di garis depan turut ditunjang dengan perlengkapan pelindung, mencakup 40 set pakaian antipanas, 50 pasang sepatu antipanas, 50 pasang sarung tangan antipanas, dan 200 pasang sepatu bot. Untuk meminimalkan risiko paparan asap beracun dan kekurangan oksigen, posko menyiagakan 63 tabung oksigen 6,7 kilogram, 187 tabung oksigen 2 kilogram, 25 set masker tabung, 400 masker asap, serta 200 unit alat penerangan berupa senter jarak jauh dan headlamp.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Pemulihan Muka Air Gambut
Selain operasi pemadaman langsung di darat dan udara, fokus penanganan diarahkan pada rekayasa hidrologi gambut. Pengukuran di sejumlah titik di Kalimantan Tengah menunjukkan kedalaman muka air gambut telah menyusut drastis hingga berada pada level sekitar 120 sentimeter, jauh dari ambang batas ideal kebasahan gambut yang semestinya berkisar di angka 40 sentimeter.
Untuk membasahi kembali hamparan gambut kering dan menyuplai kebutuhan air saat pemadaman, Polri memaksimalkan operasional infrastruktur mitigasi yang telah terbangun. Saat ini, sebanyak 220 titik sumur bor dan 104 embung air terus difungsikan secara intensif sebagai tumpuan pasokan air di zona-zona rawan kebakaran.






