Pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa botol berisi cairan saat mengevakuasi sesosok jenazah pria di sekitar area Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Temuan cairan misterius tersebut saat ini dicurigai menjadi penyebab kematian korban dan tengah didalami lebih lanjut oleh penyidik.
Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo membenarkan adanya temuan barang bukti cairan tersebut di lokasi kejadian. Menurutnya, cairan yang berada di dalam botol itu kini telah diserahkan ke tim ahli untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati guna memastikan kandungannya.
Kronologi Penemuan Berawal dari Unggahan dan Sinyal SOS
Penemuan jenazah pria tersebut berlangsung pada Minggu (6/9) dini hari. Kejadian bermula ketika seorang saksi yang merupakan rekan korban sedang berada di area GBK dan membaca unggahan korban di media sosial Instagram. Dalam unggahan tersebut, korban mengindikasikan adanya niat untuk bunuh diri.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Setelah saksi melihat unggahan tersebut, ia mendadak menerima kiriman sinyal darurat berupa SOS dari korban. Pengiriman sinyal SOS tersebut dilakukan melalui fitur jam pada salah satu aplikasi yang menunjukkan titik koordinat atau posisi terakhir korban di sekitar kawasan GBK.
Mendapatkan sinyal darurat tersebut, saksi bergegas mendatangi dan melapor kepada petugas sekuriti yang sedang berjaga di Pintu 5 GBK. Saksi bersama pihak keamanan kemudian langsung bergerak melakukan penyisiran ke area GBK untuk melacak keberadaan korban berdasarkan titik koordinat terakhir yang diterima.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Korban Ditemukan Tergeletak Dekat Pintu 10
Pencarian tersebut berujung pada ditemukannya korban dalam kondisi tergeletak di dekat Pintu 10 kawasan GBK oleh petugas sekuriti. Petugas yang memeriksa keadaan korban menemukan bahwa denyut nadi serta detak jantung pria tersebut sudah tidak ada.
Setelah dipastikan meninggal dunia di tempat kejadian perkara, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sementara itu, aparat kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terhadap cairan di dalam botol tersebut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.






