Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang pedagang kaca, Bambang Setiawan. Peristiwa maut tersebut terjadi saat berlangsungnya kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyampaikan bahwa penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi kecukupan alat bukti serta memeriksa sejumlah pihak terkait. Langkah penegakan hukum ini didasarkan pada hasil pemeriksaan saksi-saksi, keterangan ahli, serta pengumpulan bukti-bukti di lokasi kejadian.
Adapun ketiga tersangka yang telah ditetapkan masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Saat ini, ketiganya telah diamankan dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penangkapan Tersangka dan Sketsa Pelaku
Penetapan tersangka ini merupakan hasil penyelidikan dan pencarian intensif yang dilakukan oleh Tim Subdit PMJ. Tim kepolisian melakukan penelusuran terhadap keberadaan para terduga pelaku hingga akhirnya berhasil menangkap mereka di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 11 September 2026.
Sebelum penangkapan dilakukan, pihak kepolisian sempat merilis dua sketsa wajah terduga pelaku ke publik. Pembuatan sketsa tersebut disusun berdasarkan keterangan dari 14 orang saksi serta rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar tempat kejadian perkara.
Serda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus Dihilangkan

Sketsa pertama menggambarkan sosok laki-laki yang diperkirakan berusia 30 hingga 40 tahun, dengan karakteristik wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata hitam, serta warna kulit cokelat. Sementara itu, sketsa kedua mendeskripsikan laki-laki berusia sekitar 30 sampai 40 tahun dengan bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, berkumis dan berjanggut, serta memiliki bola mata hitam dan kulit berwarna cokelat.
Di samping itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa sejauh ini belum ditemukan adanya indikasi keterlibatan anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam insiden pengeroyokan yang menewaskan korban.






