Keluarga korban dan masyarakat yang terdampak insiden tenggelamnya kapal motor (KM) Virgo Transport 8 kini mendapatkan akses posko identifikasi dan pelayanan Disaster Victim Identification (DVI) di sejumlah titik strategis Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Polri mengerahkan 140 personel gabungan untuk mempercepat proses pencarian data antemortem hingga penanganan jenazah korban kecelakaan laut tersebut.
Sebanyak 140 personel medis dan identifikasi yang diterjunkan disebar dari berbagai kesatuan. Rincian kekuatan tersebut mencakup 66 personel dari Tim DVI Polda Kalimantan Selatan, 56 personel dari Tim DVI Polda Jawa Timur, serta 18 personel dari Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri. Unit Mabes Polri yang dikerahkan ke lapangan juga diperkuat oleh empat dokter spesialis forensik guna memastikan pemeriksaan teknis berjalan sesuai standar identifikasi korban bencana.
Titik Sebaran 5 Posko DVI di Dua Provinsi
Untuk memfasilitasi pelaporan keluarga penumpang serta koordinasi evakuasi medis, lima posko DVI didirikan di jalur keberangkatan dan tujuan operasional kapal:
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

- Jawa Timur: Posko dipusatkan di Pelabuhan Tanjung Perak, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, serta wilayah Sumenep.
- Kalimantan Selatan: Posko ditempatkan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Ruang Otopsi Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Keberadaan posko-posko ini difungsikan untuk menghimpun data rekam medis, ciri fisik, maupun dokumen pembanding dari keluarga sebelum dicocokkan dengan temuan tim di perairan.
Kronologi Insiden KM Virgo Transport 8
Pengerahan tim forensik berskala besar ini menyusul kecelakaan laut yang menimpa KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan. Kapal angkutan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat sedang berlayar mengarungi rute dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Berdasarkan data penanganan kepolisian, kapal tersebut terbalik hingga tenggelam pada Minggu (13/9) dini hari. Hingga saat ini, proses identifikasi dan pendataan korban terus diselaraskan bersama posko-posko yang telah disiagakan di Jawa Timur maupun Kalimantan Selatan.






