Ratusan keluarga di Nepal terus mendatangi pusat-pusat informasi darurat demi mencari kejelasan mengenai nasib kerabat mereka yang belum ditemukan. Di Nuwakot, para anggota keluarga memeriksa lembar demi lembar daftar orang hilang yang ditempelkan tim penyelamat pada papan pengumuman di sebuah pusat pelatihan militer. Sementara itu di Kathmandu, foto-foto korban meninggal dipasang di gerbang luar kamar jenazah untuk memudahkan proses identifikasi oleh pihak keluarga yang berduka.
Operasi pencarian dan penyelamatan skala besar masih berlangsung menyusul bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kawasan Pegunungan Himalaya. Kepolisian Nepal mengonfirmasi pada Jumat bahwa jumlah korban tewas telah melampaui 500 jiwa, sedangkan hampir 1.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang di wilayah Nepal maupun Tibet, China. Secara keseluruhan, otoritas gabungan berupaya melacak keberadaan hampir 1.500 orang yang sempat dilaporkan hilang pascabencana, dengan sedikitnya 540 orang di antaranya tercatat sebagai warga negara asing.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Runtuhnya Gletser di Jalur Strategis Himalaya
Bencana hidrometeorologi ini bermula pada Rabu pagi ketika sebuah gletser di kawasan Himalaya runtuh. Runtuhan es tersebut memicu material bebatuan, lumpur, dan puing dalam volume masif terdorong masuk ke sistem sungai utama. Luapan air bercampur endapan lumpur kemudian menyapu kawasan permukiman dan infrastruktur di sepanjang jalur penghubung Kathmandu dan Lhasa.
Jalur perlintasan Kathmandu鈥揕hasa dikenal sebagai koridor penting yang ramai dilalui oleh para pendaki gunung internasional serta peziarah. Terjangan banjir bandang memutus akses vital tersebut serta merusak sejumlah fasilitas penting, termasuk merobohkan beberapa jembatan, menghancurkan badan jalan, dan melumpuhkan pembangkit listrik di sepanjang rute.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Upaya pemulihan fisik dan evakuasi di lapangan terus dipacu di tengah medan yang sulit. Pada Jumat, tim evakuasi mengerahkan alat berat ke kawasan Trishuli guna mengeruk endapan lumpur tebal yang menimbun wilayah terdampak, sembari memperluas penyisiran ke aliran sungai untuk menemukan korban yang masih terisolasi.






