Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak menutup peluang untuk melakukan perombakan atau reshuffle kabinet pada momentum dua tahun masa pemerintahannya. Evaluasi ini dipertimbangkan guna memastikan penataan organisasi pemerintahan tetap berjalan efektif sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Prabowo menjelaskan bahwa reshuffle kabinet nantinya dapat dilakukan untuk promosi jabatan maupun mengganti pejabat yang dinilai tidak cocok di posisinya. Menurutnya, sebuah organisasi harus konsisten mencari orang yang tepat di posisi yang tepat (the right man in the right place) dan berani mengganti personel demi menjaga kinerja pemerintahan.
Realisasi Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja
Selain dinamika susunan kabinet, capaian indikator ekonomi turut menjadi sorotan. Prabowo memaparkan bahwa realisasi investasi nasional hingga saat ini menepati target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di mana perolehan investasi pada tahun 2025 mencapai Rp 1.931 triliun.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Tren penanaman modal berlanjut pada periode berikutnya. Berdasarkan pencatatan hingga Juni 2026, angka realisasi investasi di Indonesia telah menyentuh Rp 1.010 triliun. Masuknya investasi ini berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja nasional.
Pada tahun 2025, sebanyak 2,7 juta lapangan kerja baru berhasil dibuka. Sementara itu, pada tahun berjalan 2026, pembukaan lapangan kerja telah mencapai angka 1,4 juta.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Target Pertumbuhan Ekonomi Menuju 2050
Prabowo mengungkapkan optimisme mengenai prospek modal baru ke Tanah Air. Ia menyebutkan bahwa investasi berskala besar diproyeksikan masuk ke Indonesia dalam beberapa minggu ke depan. Aliran investasi swasta ini diproyeksikan untuk menopang target pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional hingga 6% pada tahun 2027.
Prabowo juga menyinggung potensi jangka panjang perekonomian nasional dalam 25 tahun mendatang. Berdasarkan berbagai proyeksi, Indonesia diyakini memiliki potensi besar untuk menempati peringkat ke-6, ke-5, atau ke-4 sebagai kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2050.






