Presiden Prabowo Subianto memaparkan dinamika dan prinsip diplomasi kawasan Asia Tenggara dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa negara-negara ASEAN memilih untuk terus mengedepankan jalan dialog serta kebersamaan dalam menghadapi berbagai dinamika antarnegara.
Sebagaimana disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (3/9/2026), Prabowo menjelaskan bahwa stabilitas di Asia Tenggara tidak hadir begitu saja. Kawasan tersebut pada masa lalu tidak selalu damai serta pernah melalui masa-masa yang dipenuhi konflik, ketegangan, dan perbedaan yang mendalam di antara para anggotanya.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kondisi tersebut mulai bergeser ketika para pemimpin ASEAN menyadari adanya persoalan yang jauh lebih krusial dibanding perselisihan antarnegara. Tantangan bersama seperti kemiskinan, keterbatasan akses layanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur yang belum memadai, serta kebutuhan untuk menciptakan peluang bagi masyarakat dinilai sebagai masalah yang jauh lebih besar daripada sengketa individual masing-masing negara. Berangkat dari kesadaran bersama itu, ASEAN menetapkan arah kebijakan dengan memilih jalur konsultasi daripada konfrontasi, serta mengutamakan kerja sama daripada perpecahan.
Prabowo menyampaikan bahwa pendekatan kerja sama yang konsisten dijaga selama hampir enam dekade tersebut telah menghasilkan dividen perdamaian yang sangat nyata bagi masyarakat luas. Situasi yang aman dan kondusif memungkinkan para petani untuk terus berproduksi, pabrik-pabrik dapat beroperasi, kapal-kapal dapat berlayar, serta dunia usaha memiliki kepastian untuk berinvestasi. Selain mendukung aktivitas perekonomian, stabilitas kawasan juga memastikan anak-anak dapat mengenyam pendidikan di sekolah dan setiap keluarga dapat merencanakan masa depan mereka dengan baik.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Atas dasar keberhasilan tersebut, Indonesia secara terbuka mengajak Rusia beserta seluruh negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) untuk ikut memperluas manfaat dari dividen perdamaian itu. Prabowo mendorong adanya keterhubungan yang lebih erat antara kawasan Eurasia dan Asia Tenggara guna memperkuat kemitraan dan kerja sama lintas kawasan.






