Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah berhasil bertransformasi dari negara pengimpor pangan menjadi pengekspor beras hingga jagung. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam sesi pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang digelar di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Minggu (13/9/2026).
Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS, Prabowo menjelaskan bahwa keberhasilan ini terwujud berkat peningkatan kapasitas produksi di dalam negeri. Sebelumnya, selama bertahun-tahun Indonesia harus mengimpor komoditas beras dan jagung guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat domestik.
KTT BRICS 2026 mengusung tema 'Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth'. Melalui forum tersebut, Prabowo menyampaikan pandangannya mengenai berbagai tantangan global yang saling terhubung saat ini. Ia menilai bahwa tantangan-tantangan tersebut semestinya dipandang sebagai peluang untuk memajukan perekonomian lewat kolaborasi antarbangsa.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Menurut Prabowo, kerja sama yang kuat antarnegara dapat mengubah tantangan menjadi kesempatan konkret untuk meningkatkan investasi, memperkuat sektor industri, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, serta memperluas peluang bagi masyarakat luas.
Dorong Industrialisasi Bersama di Antara Anggota BRICS
Prabowo juga menggarisbawahi pentingnya pembangunan yang bersifat inklusif dan didukung oleh inovasi. Perpaduan antara inklusivitas dan inovasi dinilai mampu menyatukan kekuatan kolektif negara-negara anggota untuk mengubah kelangkaan menjadi kapasitas produktif yang bernilai tinggi.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dalam paparannya, Prabowo menuturkan bahwa negara-negara anggota BRICS pada dasarnya telah berfungsi sebagai sebuah rantai pasokan. Hal ini didukung oleh kepemilikan sumber daya alam, kapasitas produksi, serta kekuatan ekonomi masing-masing negara yang saling melengkapi.
Guna mengoptimalkan potensi tersebut, Prabowo secara resmi menawarkan gagasan konkret berupa inisiatif industrialisasi bersama kepada para pemimpin BRICS. Upaya ini ditujukan untuk menghubungkan dan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya serta kapasitas bersama agar dapat menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar bagi seluruh negara anggota.






