tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi

Prabowo Gaungkan Abad Hijau di KTT BRICS, Apa Maksudnya?

Retno PurwantoDiterbitkan 13 Sep 2026 - 16.02 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Prabowo Gaungkan Abad Hijau di KTT BRICS, Apa Maksudnya?
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Presiden Prabowo Subianto mengajak negara-negara anggota BRICS memanfaatkan penguasaan sumber daya strategis dan teknologi untuk mewujudkan apa yang ia sebut sebagai "abad hijau". Visi ini ditekankan sebagai jalan bersama untuk mengubah berbagai kerentanan global menjadi kekuatan ekonomi yang lebih tangguh, adil, dan menyejahterakan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri sesi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada Minggu (13/9/2026). Pertemuan tingkat tinggi tersebut mengangkat tema Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth.

Fondasi Mineral Kritis dan Transisi Energi Bersih

Maksud dari seruan abad hijau yang digaungkan Prabowo bertumpu pada besarnya kendali negara-negara anggota BRICS terhadap rantai pasok global. Menurutnya, negara-negara BRICS secara kolektif menguasai porsi signifikan dari cadangan mineral kritis dan sumber daya energi dunia. Konsentrasi aset strategis inilah yang dinilai menjadi fondasi utama penopang era ekonomi hijau dan teknologi masa depan.

Baca Juga

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dalam konteks nasional, Prabowo menjelaskan bagaimana posisi Indonesia menghadapi tantangan geografis sekaligus memiliki potensi strategis. Sebagai negara kepulauan yang berada di kawasan cincin api aktif, Indonesia menghadapi ancaman nyata berupa kenaikan permukaan air laut, anomali cuaca ekstrem, serta aktivitas vulkanik.

Kendati demikian, tantangan tersebut diimbangi oleh potensi sumber daya yang besar. Indonesia memiliki simpanan mineral kritis, logam tanah jarang, sumber energi terbarukan untuk teknologi bersih, serta kawasan hutan luas yang berfungsi menjaga keseimbangan iklim bumi.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Integrasi Kapasitas dan Pasar BRICS

Agar potensi tersebut bermuara pada abad hijau yang konkret, Prabowo mendorong anggota BRICS tidak bergerak sendiri-sendiri. Kolaborasi dinilai mendesak untuk mengatasi kerentanan bersama melalui penggabungan kekuatan utama masing-masing negara.

Langkah konkret yang diserukan meliputi penyatuan sumber daya alam, peningkatan kapasitas produksi, penguatan kemampuan teknologi, hingga integrasi akses pasar yang dimiliki oleh seluruh blok BRICS guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Sumber: Detik

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Prabowo SubiantoMineral Kritis

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

Waspada Penipuan

Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 Miliar

12 Sep 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Bareskrim Gagalkan Peredaran 531 Cartridge Etomidate Senilai Rp 1,5 MiliarWaspada Penipuan 路 12 Sep 2026
  5. 5Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap